AS Janji Tidak Akan Halangi Kepulangan Pemimpin Oposisi Venezuela

- Pemerintah AS menegaskan tidak akan menghalangi kepulangan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, dan menilai ia berhak kembali ke negaranya.
- Washington berupaya memastikan keamanan agar Machado tidak ditangkap saat tiba di Venezuela, sambil mendorong pengesahan hukum amnesti bagi para politikus pengungsi.
- Machado menyatakan kedatangannya bertujuan menjaga stabilitas dan transisi demokrasi di Venezuela serta menolak tuduhan bahwa kepulangannya dapat memicu konflik atau perpecahan.
Jakarta, IDN Times - Sekretaris Urusan Narkoba di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS), Cartwright Weiland memastikan tidak akan menghalangi kepulangan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. Menurutnya, Machado punya hak untuk kembali.
“Posisi Kemlu AS sudah jelas, kami tidak akan menghalangi kepulangan Machado ke Venezuela. Dia adalah warga Venezuela dan dia punya hak untuk kembali ke negara asalnya,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Kamis (16/7/2026).
Pada awal Juli, AS sempat menyebut kedatangan Machado ke Venezuela usai gempa bumi tidak diperlukan. Washington juga membela tindakan cepat Caracas dalam penanganan dampak gempa.
1. AS mencegah Machado ditangkap oleh rezim Venezuela

Weiland mengatakan bahwa AS tidak berupaya menghalangi kepulangan Machado. Namun, ia menyebut, Washington berupaya memastikan situasi keamanan di Venezuela agar Machado tidak ditangkap.
“Hukum amnesti sudah diusulkan, sayangnya itu masih proposal. Usulan ini harus terus berlanjut dan ditetapkan untuk memastikan Machado tiba di Venezuela tanpa risiko ditangkap,” tuturnya.
Menurutnya, negosiasi sudah harus dilakukan bukan hanya mengenai Machado, tapi politikus lain yang mengungsi di luar negeri. Hingga kini, AS masih menjalin hubungan baik dengan Venezuela di bawah pemerintahan Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez.
2. Machado pastikan kedatangannya untuk bantu stabilitas Venezuela

Pada saat yang sama, Machado memastikan bahwa rencana kedatangannya hanya untuk stabilitas Venezuela. Ia mengaku akan datang dengan damai dan mendukung penuh proses transisi demokrasi di negara Amerika Selatan tersebut.
“Tujuan utama saya datang ke Venezuela untuk stabilitas dan perdamaian. Saya ingin kembali untuk mendorong transisi demokrasi lewat cara yang baik,” ujarnya, dilansir dari Democrata.
Peraih Nobel Perdamaian itu mengaku akan kembali dan bertemu dengan warga Venezuela dan kembali ke rumah masa kecilnya. Menurutnya, hanya transisi demokrasi yang dapat membawa kestabilan dan kesejahteraan di Venezuela.
3. Machado tolak tuduhan picu konflik dan perpecahan di Venezuela

Machado menerangkan bahwa rakyat Venezuela masih tetap bersatu dan berkomitmen untuk memilih kebebasan. Ia menampik adanya risiko konflik dan perpecahan di Venezuela imbas kepulangannya.
Namun, Machado mengkritik dampak besar dari dua gempa bumi di negaranya. Menurutnya, tragedi gempa bumi tersebut membuktikan bahwa sistem di Venezuela dibangun atas dasar kebohongan, korupsi, dan ia berniat mengubahnya.






















