Gibran Ngaku Tak Pernah Tidur di Hotel Saat Kunjungan Kerja ke IKN

- Staf Setwapres mulai berkantor di IKN pada tahun 2026
- Gibran fleksibel bisa berkantor di mana saja, termasuk di IKN, Papua, dan tempat bencana
- Gibran jamin pembangunan IKN tidak akan mangkrak dan berjalan sesuai rencana
Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak pernah tidur di hotel saat mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN). Gibran mengaku lebih memilih menginap di rumah susun aparatur sipil negara (ASN) dan rumah dinas milik menteri di IKN.
"Saya kalau ke sana tidak pernah ini tidur di hotel, saya tidur di rusun ASN, kemarin nyoba di rumah menteri, kita coba semua," kata dia dalam acara forum diskusi di Auditorium Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026).
1. Staf Setwapres mulai berkantor di IKN

Gibran menjelaskan, jajaran staf di Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) mulai pindah ke IKN pada tahun 2026 ini. Pengiriman staf dilakukan secara bertahap.
"Di tahun ini juga kami dari Setwapres juga sudah siap-siap mencicil, mengirim beberapa personel untuk berkantor di IKN juga jadi semuanya berprogres," jelasnya.
2. Gibran fleksibel bisa berkantor di mana saja

Saat ditanya kapan Gibran pindah ke IKN, ia mengaku bisa berkantor di mana saja secara fleksibel. Baik di IKN, Papua, maupun tempat bencana.
"Kalau saya fleksibel bisa berkantor di mana saja, di Papua bisa, di IKN bisa, di tempat-tempat bencana bisa. Kita kan selalu di lapangan ya," jawab Gibran.
3. Gibran jamin IKN tidak akan mangkrak

Dalam kesempatan itu, Gibran juga memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai rencana dan tidak ada proyek yang mangkrak. Ia menjelaskan, proyek strategis nasional tersebut telah menunjukkan kemajuan signifikan dan berjalan sesuai rencana.
“Tidak ada yang mangkrak di IKN ya. Pembangunannya sudah sesuai timeline yang ada,” ucap Gibran.
Putra sulung Presiden ketujuh RI Joko "Jokowi" Widodo itu menambahkan, hasil kunjungannya pada Desember 2025 menunjukkan progres yang signifikan.
“Desember 2025 saya ke sana, dua minggu setelahnya Pak Presiden juga ke sana. Progresnya cukup bagus, sesuai timeline semua. PR-nya sekarang tinggal membangun gedung legislatif dan yudikatif,” ujarnya.
















