Waspada, Habis Hujan Terbitlah Lubang Menganga di Jalan Jakarta

- Sejumlah lubang di jalan Jakarta mengancam keselamatan pengendara sepeda motor dan mobil.
- Pengendara harus waspada terhadap risiko kecelakaan akibat manuver mendadak untuk menghindari lubang di tengah lalu lintas padat.
- Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menangani penanganan cepat terhadap laporan kondisi jalan rusak pascagenangan yang masuk sepanjang Januari 2026.
Jakarta, IDN Times – Rem mendecit keras memecah hiruk-pikuk di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Sepeda motor yang ditumpangi Kamil mendadak berhenti. Di depannya, sebuah lubang besar menganga di badan jalan baru terlihat jelas setelah mobil yang sempat menutupinya melaju pergi.
“Duh, lubangnya banyak banget. Untung masih kelihatan, maaf ya,” ucap pengendara ojek online ini kepada IDN Times yang menumpang, Selasa (27/1/2026).
Senada, Irfan Fathurahman seorang karyawan swasta dari Depok nyaris tak punya pilihan lain selain melewati jalur itu hampir setiap hari. Irfan menyebut, saat melintas di Jalan Gatot Subroto arah kolong Rasuna Said, ia kembali dibuat waswas lantaran di lajur tengah, sejumlah lubang menganga terlihat jelas, memaksa pengendara memperlambat laju atau berpindah jalur secara tiba-tiba.
“Tadi pas gue lewat Gatot Subroto arah kolong Rasuna Said, itu banyak lubang menganga, di lajur tengah,” katanya.
1 . Bahaya bagi pengguna jalan

Sepeda motor menjadi teman setianya mengejar waktu dan rutinitas kerja. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, jalan yang Irfan lintasi justru menjadi kekhawatiran.
“Itu bahaya banget, bukan cuma buat motor, tapi juga mobil. Apalagi kalau malam atau hujan, lubangnya ketutup air,” katanya.
2. Bahaya mengintai pengguna jalan

Ia menyadari betul risiko yang mengintai. Pengendara yang terkejut melihat lubang biasanya akan refleks menghindar. Di tengah lalu lintas padat, manuver mendadak bisa berujung petaka.
“Motor atau mobil pasti menghindari lubang. Kalau tiba-tiba banting setir, bisa nyenggol kendaraan lain. Kecelakaan itu tinggal nunggu waktu,” ujar Irfan.
3. Dinas Bina Marga sudah tangani 70 ruas jalan

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan cepat terhadap laporan kondisi jalan rusak pascagenangan yang masuk sepanjang Januari 2026.
“Penanganan dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari CRM, media sosial, laporan langsung masyarakat, hingga hasil pemantauan, monitoring, dan penyisiran lapangan yang dilakukan oleh Satuan Petugas (Satgas) Dinas Bina Marga,” ujar Siti.
Ia menyampaikan, hingga 21 Januari 2026, Dinas Bina Marga telah melakukan penanganan di 70 ruas jalan yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Sejumlah ruas jalan utama yang telah ditangani, di antaranya Jalan MT Haryono, Jalan Daan Mogot, Jalan S. Parman, FO Jatinegara, serta beberapa ruas jalan lokal di seluruh wilayah DKI Jakarta.



















