Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Grace: Insentif Harus Bisa Alihkan Pemakaian Motor BBM ke Listrik
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Grace Natalie menilai insentif motor listrik perlu memastikan pengguna beralih dari motor BBM, bukan membeli kendaraan tambahan.
  • PSI mengaitkan peralihan motor listrik dengan pengurangan konsumsi BBM, impor energi, dan beban subsidi negara.
  • Prabowo Subianto meresmikan MoLiNas di fasilitas ALVA serta menyoroti pembiayaan dan efisiensi motor listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Insentif motor listrik sebaiknya fokus pada konversi motor BBM?
Vote Now
Kamis (13/8/2026)

Grace Natalie menyampaikan pandangannya mengenai desain insentif motor listrik. Prabowo Subianto meresmikan MoLiNas dan ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Insentif motor listrik sebaiknya fokus pada konversi motor BBM?
Vote Now
  • What?
    PSI menilai insentif kendaraan listrik harus mendorong peralihan dari motor BBM ke motor listrik. Prabowo meresmikan Motor Listrik Nasional (MoLiNas).
  • Who?
    Grace Natalie, Partai Solidaritas Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, pemerintah, dan ALVA.
  • Where?
    Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Kamis (13/8/2026).
  • Why?
    Untuk mempercepat transisi energi, mengurangi ketergantungan impor BBM, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mendorong penggunaan kendaraan listrik.
  • How?
    Melalui insentif konversi atau trade-in motor BBM, pembiayaan berbunga lebih rendah, pembelian tanpa uang muka, serta pengembangan ekosistem motor listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Insentif motor listrik sebaiknya fokus pada konversi motor BBM?
Vote Now

Grace Natalie bilang bantuan untuk motor listrik harus membuat orang mengganti motor bensin mereka. Pemerintah sedang menyiapkan bantuan itu dan meluncurkan motor listrik nasional. Prabowo Subianto juga meresmikan MoLiNas di pabrik ALVA. Ia mengatakan pemerintah akan mendorong cicilan lebih rendah dan pembelian tanpa uang muka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Insentif motor listrik sebaiknya fokus pada konversi motor BBM?
Vote Now

Fokus insentif pada konversi atau trade-in membuka ukuran yang lebih jelas bagi penggunaan anggaran pemerintah, yakni pengurangan konsumsi dan impor BBM. Peresmian MoLiNas beserta ekosistem pendukungnya juga melibatkan perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha, dan akademisi dalam pengembangan kemampuan produksi motor listrik di dalam negeri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Insentif motor listrik sebaiknya fokus pada konversi motor BBM?
Vote Now

Jakarta, IDN Times — Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, mengapresiasi langkah pemerintah yang tengah mematangkan kebijakan insentif kendaraan listrik dan meluncurkan motor listrik nasional.

Menurut Grace, kebijakan tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat transisi energi, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

Dengan lebih dari 140 juta sepeda motor beroperasi di Indonesia, Grace menilai, pemberian insentif yang lebih difokuskan pada motor listrik berpotensi memberikan dampak besar.

1. Desain insentif harus memastikan terjadinya peralihan dari motor BBM ke motor listrik

Grace Natalie, Ketua Wakil Dewan Pembina PSI (imstagram.com/gracenat)

Saat ini kebutuhan bensin Indonesia mencapai lebih 42 juta kiloliter per tahun untuk sepeda motor, dan sekitar separuhnya masih dipenuhi melalui impor. Karena itu, elektrifikasi kendaraan roda dua dalam skala besar dapat menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Namun, Grace mengingatkan, desain insentif harus memastikan terjadinya peralihan dari motor BBM ke motor listrik, bukan sekadar mendorong masyarakat membeli kendaraan tambahan.

“Jangan sampai orang membeli motor listrik karena ada insentif, tetapi motor BBM-nya tetap digunakan. Kalau begitu, jumlah kendaraan justru bertambah dan konsumsi BBM belum tentu turun. Insentif harus mendorong substitusi dari motor BBM menjadi motor listrik,” kata Grace.

2. Pemerintah dapat mempertimbangkan insentif yang lebih kuat untuk program konversi maupun trade-in motor BBM ke motor listrik

Motor listrik nasional Cakra NX1, mirip ALVA N3 (YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Karena itu, kata Grace, pemerintah dapat mempertimbangkan insentif yang lebih kuat untuk program konversi maupun trade-in motor BBM ke motor listrik. Dengan demikian, manfaat setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah dapat diukur dari berapa konsumsi dan impor BBM yang berhasil dikurangi.

“Target kita bukan sekadar semakin banyak motor listrik di jalan, tetapi semakin sedikit BBM yang kita konsumsi dan impor. Kalau itu tercapai, transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi dan menghemat uang negara,” imbuh Grace.

3. Prabowo resmikan pabrik motor listrik, produksi 20 ribu unit setahun

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) (dok. Istimewa)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri nasional.

Dalam kunjungan ke pabrik, Prabowo lebih dulu melihat langsung proses produksi motor listrik di fasilitas ALVA. Setelah itu, dia meninjau area ekspo yang menampilkan sejumlah unsur pendukung ekosistem kendaraan listrik.

Prabowo juga menandatangani plakat produksi ALVA dengan kapasitas 20 ribu unit. Produksi tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan industri motor listrik di dalam negeri.

Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan MoLiNas. Dia menyebut kolaborasi perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku usaha, hingga akademisi memiliki peran penting dalam membangun kemampuan nasional di bidang sains dan teknologi.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti dari pada research and development, dari Litbang,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kerja sama lintas sektor tersebut mencerminkan semangat Indonesia Incorporated. Konsep itu dinilai penting untuk membangun kekuatan nasional melalui penguasaan teknologi dan kemampuan menghasilkan produk sendiri.

“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut. Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil,” ucap dia.

Prabowo juga menyinggung upaya pemerintah menekan biaya kepemilikan kendaraan listrik bagi masyarakat. Pemerintah akan mendorong skema pembiayaan dengan bunga cicilan yang lebih rendah serta mengupayakan pembelian motor listrik tanpa uang muka.

“Jadi saudara-saudara, selamat. Dan untuk yang lain, Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung. Tadi kita bicarakan, Menteri Keuangan tidak akan terlalu suka tapi ya ini ujungnya you akan juga suka, di ujungnya. Kita akan turunkan apa itu? Bunga. Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat! Kemudian kita usahakan tidak pakai DP (uang muka)," kata dia.

Selain pembiayaan, Prabowo menyoroti efisiensi penggunaan motor listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Menurut perhitungan yang disampaikan, penggunaan motor listrik dapat memangkas pengeluaran mobilitas harian hingga setidaknya separuh.

“Jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri. Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak gitu, minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ujar dia.

Prabowo juga mengingatkan perkembangan kebijakan kendaraan rendah emisi di berbagai negara. Dia menilai perubahan menuju kendaraan listrik akan semakin kuat seiring penerapan kebijakan lingkungan, termasuk potensi pemberlakuan pajak karbon.

“Dan nanti mungkin karena ini sudah kebutuhan dunia, jadi ada namanya carbon tax. Di kota-kota besar seperti di Beijing enggak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning aja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin ya, tapi tenang aja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikitlah ya kan. Kalau TNI-Polri maunya enggak bayar aja terus" kata dia.

Pilih pandanganmu soal insentif motor listrik

Insentif motor listrik sebaiknya fokus pada konversi motor BBM?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article