Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadapi Karhutla, Menhut Evaluasi Standar Peralatan Manggala Agni
Menhut Raja Antoni dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut, Selasa (14/7/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Menhut Raja Juli Antoni mengevaluasi standar personel dan peralatan Manggala Agni untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah rawan.
  • Evaluasi juga mencakup langkah pencegahan seperti Operasi Modifikasi Cuaca dan pemantauan tinggi muka air tanah agar pengendalian karhutla sesuai kondisi lapangan.
  • Menhut menekankan penggunaan anggaran yang cermat serta menargetkan penurunan signifikan angka karhutla melalui penguatan pencegahan dan tata kelola penanganan di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Raja Juli mau lihat lagi alat dan orang yang kerja padamkan api di hutan supaya semua aman dan siap. Ia juga mau cek cara cegah api, kayak lihat air tanah dan buat hujan buatan. Uangnya harus dipakai hati-hati. Sekarang mereka kerja supaya kebakaran hutan bisa makin sedikit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengevaluasi standar kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni, sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Raja Juli mengatakan, perlu adanya penyusunan kebutuhan minimum yang harus dimiliki Manggala Agni, untuk menjadi dasar dukungan operasional penanggulangan karhutla.

“Dibuat dari tapak apa yang kita sebut Minimum Essential Cost kalau dipertahanan itu kan, minimum apa supaya  Manggala Agni ini sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa, fisik, dan dengan segera mungkin ada peralatan,” ujar Menhut, dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut, Selasa (14/7/2026).

Manggala Agni adalah brigade khusus atau organisasi tingkat nasional di Indonesia, yang bertugas mengendalikan karhutla.

1. Langkah pencegahan karhutla juga dievaluasi

Menhut Raja Antoni dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut, Selasa (14/7/2026). (Dok. Kemenhut)

Selain peralatan, Menhut juga mengevaluasi berbagai langkah pencegahan karhutla, termasuk kebutuhan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di daerah-daerah rawan. Evaluasi dilakukan agar setiap langkah pengendalian disusun berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan riil.

“OMC cuma dua kali awal Januari misalkan, bikin 5 bikin 7, berapa yang bener-bener (diperlukan). Tapi sekali lagi Government diperbaiki, TMATnya dilihat bener gak air di Riau di Kalbar itu sudah di bawah itu,” kata Menhut.

2. Anggaran penanggulangan karhutla harus dilakukan secara cermat

Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Raja Juli menegaskan penggunaan anggaran penanggulangan karhutla harus dilakukan secara cermat dan terukur. Ia meminta seluruh kebutuhan dihitung secara detail, sehingga setiap dukungan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan petugas di lapangan.

“Hati-hati banget, jangan ajimumpung. Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan,” kata Menhut.

3. Menhut targetkan penurunan angka karhutla

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menhut menargetkan penurunan angka karhutla melalui penguatan pencegahan dan pembenahan tata kelola penanganan di lapangan.

Ia mengatakan, berbagai upaya konkret perlu dipersiapkan sejak dini, agar karhutla dapat dikendalikan dengan lebih baik. Menurutnya, target utama bukan hanya merespons kebakaran, tetapi menekan jumlah kejadian semaksimal mungkin melalui langkah-langkah pencegahan.

“Hal-hal apa yang kita lakukan secara konkret agar kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini dan tahun depan bisa kita kendalikan dengan lebih baik, angkanya lebih turun. Idealnya kalau bisa zero karhutla mungkin itu sangat ideal, tapi paling tidak angkanya bisa kita tekan semaksimum mungkin,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article