Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemenhut Siapkan Kawasan Preservasi Orangutan 87 Ribu HA di Kaltim

Kemenhut Siapkan Kawasan Preservasi Orangutan 87 Ribu HA di Kaltim
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan 87 ribu hektare kawasan preservasi untuk orangutan di Kalimantan Timur (Kaltim). (Dok. Kemenhut)
Intinya Sih
  • Kemenhut menyiapkan 87 ribu hektare kawasan preservasi orangutan di Kalimantan Timur sebagai langkah memperkuat perlindungan habitat satwa endemik Indonesia.
  • Pemerintah akan menerbitkan SK Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan untuk mempercepat upaya konservasi dan penyelamatan habitat.
  • Seluruh perusahaan di kawasan tersebut telah menyatakan komitmen mendukung pembentukan kawasan preservasi guna menjaga habitat dan menyelamatkan orangutan terdampak kehilangan ruang hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mempercepat pembentukan kawasan preservasi orangutan seluas 87 ribu hektare di Kalimantan Timur. Langkah ini menjadi strategi besar pemerintah menyelamatkan habitat orangutan yang terus terdesak akibat aktivitas pertambangan dan penyusutan kawasan hutan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, kawasan preservasi tersebut akan dibangun melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Program ini telah melalui proses panjang sebelum memasuki tahap akhir pelaksanaan.

"Jadi ini sudah berproses dan saya juga sampaikan bahwa ini sudah berproses panjang. Kalau tidak salah daerah preservasi yang multi stakeholder ini 87 ribu hektare," ujar Menhut dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2026).

1. Kemenhut akan segera menyiapkan SK Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi

FB21F423-C37A-41C2-AAF7-AAF262DF33BA.jpeg
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan 87 ribu hektare kawasan preservasi untuk orangutan di Kalimantan Timur (Kaltim). (Dok. Kemenhut)

Setelah ini, Kemenhut segera menerbitkan surat dukungan terhadap upaya konservasi orangutan yang diinisiasi bersama berbagai pihak, sekaligus menyiapkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan.

Menurutnya, seluruh proses telah berjalan cukup panjang dan kini tinggal menuntaskan tahapan administrasi.

“Jadi sekarang sudah pada tahap akhir, nanti saya akan mengeluarkan surat dukungan upaya konservasi orang utan dan perlindungan habitat oleh Conservation Action Network (CAN). Lalu SK-nya nanti dari Pak Dirjen, SK Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan. Insyaallah dalam satu dua hari ini selesai,” kata Menhut.

2. Kawasan preservasi tersebut akan menjadi koridor satwa

CA5ED6B8-F410-4D73-A696-FF8FE62AB40C.jpeg
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan 87 ribu hektare kawasan preservasi untuk orangutan di Kalimantan Timur (Kaltim). (Dok. Kemenhut)

Menurut Menhut, pembentukan kawasan preservasi menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan habitat orangutan melalui kolaborasi pemerintah, organisasi konservasi, serta para pemegang izin usaha di kawasan tersebut.

Kawasan preservasi tersebut akan menjadi koridor satwa yang menghubungkan habitat orangutan di bentang alam Lanskap Keraitan.

“Supaya apa yang selama ini kita lihat, ada orang utan yang keleleran di daerah-daerah tambang, sekarang juga anak bayi orangutan, nanti bisa kita selamatkan lebih banyak lagi bayi orangutan dengan membentuk daerah preservasi seperti yang diajukan teman-teman,” ujarnya.

3. Perusahaan di Kaltim menyatakan komitmen dukungan

67F4E736-2500-4305-9394-86FD630EE6AD.jpeg
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan 87 ribu hektare kawasan preservasi untuk orangutan di Kalimantan Timur (Kaltim). (Dok. Kemenhut)

Sebelumnya, Menhut telah berkomunikasi dengan Conservation Action Network (CAN) yang bertugas di lapangan untuk menanyakan perkembangan.

CAN kata Menhut, menyebut seluruh perusahaan yang berada di kawasan itu telah menyatakan komitmen dan menandatangani kesepakatan untuk mendukung pembentukan kawasan preservasi.

“Sehingga diharapkan mampu menjaga habitat sekaligus mempercepat penyelamatan orangutan yang terdampak kehilangan ruang hidup,” ujar dia.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More