Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Peringatan Hari Air Sedunia, Pertamina Konsisten Hadirkan Air Bersih
Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki. Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana. (Dok. Pertamina)
  • Pertamina melalui program TJSL menghadirkan sistem sumur bor dan fasilitas penyaringan di Merauke serta Jayapura, memberi akses air bersih bagi ribuan warga yang sebelumnya bergantung pada air hujan dan sumur belerang.
  • Dalam peringatan Hari Air Sedunia 2026, Pertamina membangun tujuh titik sumur bor baru yang kini melayani lebih dari 4.500 jiwa, sebagai wujud kepedulian terhadap akses air layak konsumsi di wilayah terpencil.
  • Menanggapi krisis air di wilayah bencana Sumatra, Pertamina membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga, dan menyalurkan lima juta liter air bersih untuk membantu lebih dari 17.000 penerima manfaat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertamina membangun dan menyediakan fasilitas air bersih berupa sumur bor, reservoir, serta sistem penyaringan di Papua dan Sumatra dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2026.
  • Who?
    PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), bersama masyarakat Kampung Tambat di Merauke, warga Jayapura, serta penyintas bencana di Sumatra.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Merauke dan Jayapura, Papua, serta beberapa wilayah terdampak bencana banjir di Sumatra yang sebelumnya mengalami kesulitan akses air bersih.
  • When?
    Program dilaksanakan pada awal tahun 2026 dan dikaitkan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret 2026.
  • Why?
    Inisiatif ini bertujuan menyediakan akses air layak konsumsi bagi masyarakat yang terdampak kekeringan atau bencana, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) terutama poin tentang air bersih dan sanitasi layak.
  • How?
    Pertamina membangun tujuh titik sumur bor baru di Papua, menambah dua puluh lima sumur di wilayah bencana Sumatra, mereaktivasi empat puluh tiga sumur warga, serta menyalurkan lima juta liter air melalui
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Selama bertahun-tahun, ribuan warga Kampung Tambat di Merauke, Papua, harus menggantungkan hidup pada kemurahan hati langit. Saat mendung tak kunjung datang, mereka terpaksa menggunakan sumur manual dengan air yang berbau belerang—sebuah pilihan sulit antara rasa haus dan risiko kesehatan.

Samuel Heremba, Kepala Kampung Tambat, mengenang masa-masa sulit tersebut. "Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan," ujarnya.

1. Dari ujung Papua hingga wilayah bencana

Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki. Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana. (Dok. Pertamina)

Namun, kecemasan itu kini meluruh. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina (Persero) menghadirkan sistem sumur bor lengkap dengan reservoir penampungan dan fasilitas penyaringan. Kehadirannya begitu dinanti, bahkan sebelum seremoni peresmian dilakukan, warga sudah berbondong-bondong membawa jerigen mereka.

“Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang atau kesulitan air saat musim kemarau. Airnya sudah jauh lebih bersih dan penampungannya sangat cukup,” ujar Samuel dengan binar syukur.

2. Selalu jadi garda terdepan hadirkan prasarana air

Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki. Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana. (Dok. Pertamina)

Memperingati Hari Air Sedunia, 22 Maret 2026, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan Pertamina pada awal tahun 2026 ini telah membangun 7 titik sumur bor yang dilengkapi fasilitas filter dan pipa aliran di Merauke serta Jayapura. Fasilitas ini kini melayani 4.585 jiwa yang sebelumnya kesulitan mengakses air layak konsumsi.

“Bagi Pertamina, inisiatif air bersih ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya menjaga martabat kemanusiaan di wilayah yang paling membutuhkan. Program ini menjadi jembatan harapan agar warga di pelosok Papua hingga penyintas bencana di Sumatra bisa mulai menata hidup kembali dengan layak,” kata Baron.

Kisah serupa, namun dalam balutan duka yang berbeda, dirasakan para penyintas bencana di Sumatra. Di sana, banjir dan lumpur sempat merenggut akses air bersih, menyisakan keputusasaan bagi warga seperti Putera. Ia menggambarkan kondisi air yang terpaksa disaring dari parit sebagai "air cappuccino" karena warnanya yang cokelat pekat.

3. Langkah nyata Pertamina terapkan SGD's

Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki. Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana. (Dok. Pertamina)

Merespons kondisi darurat tersebut, Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki. Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana.

"Sangat membantu sekali air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Begitu bantuan air ini masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, kami benar-benar terbantu," ungkap Yanti, salah seorang penyintas bencana Sumatra.

Program penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utamanya tertuju pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), yang diperkuat dengan kontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan kekeringan.

Bagi warga di Merauke, Jayapura, maupun para penyintas di Sumatra, setiap tetes air jernih yang mengalir adalah bukti nyata bahwa kepedulian Pertamina hadir melayani dengan sepenuh hati, tepat hingga ke depan pintu rumah mereka.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/. (WEB)

Editorial Team