Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Helikopter Mi-17 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan. (Dokumentasi TNI AD)
  • Helikopter Mi-17V5 Puspenerbad jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu pukul 11.18 WIB, saat menjalankan misi pemadaman karhutla.
  • Insiden yang melibatkan delapan personel ini menyebabkan satu kru gugur; lima orang selamat dirawat di RS Kuala Pambuang, sementara dua lainnya masih dievakuasi.
  • Helikopter berangkat dari Kuala Pambuang menuju Telaga Paluang untuk water bombing di TNTP; kecelakaan terjadi saat mengambil air laut dan penyebabnya masih diselidiki TNI AD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sekitar pukul 09.55 WIB

Helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pambuang menuju Telaga Paluang untuk misi pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.

sekitar pukul 11.18 WIB

Helikopter jatuh di perairan Desa Sungai Perlu saat mengambil air laut untuk water bombing. Satu kru meninggal dunia, lima selamat dirawat, dan dua lainnya dalam proses evakuasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Helikopter Mi-17V5 Puspenerbad jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan dengan water bombing. Satu prajurit TNI AD meninggal dunia.
  • Who?
    Delapan personel berada di helikopter. Satu kru meninggal, lima kru selamat dan dirawat, sedangkan dua kru masih dalam proses evakuasi. TNI AD dan tim gabungan melakukan penanganan.
  • Where?
    Helikopter jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Jenazah dievakuasi ke RS Kuala Pambuang.
  • When?
    Kecelakaan terjadi Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 11.18 WIB. Helikopter sebelumnya lepas landas dari Kuala Pambuang pada pukul 09.55 WIB.
  • Why?
    Penyebab helikopter jatuh hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan TNI AD. Penerbangan dilakukan untuk misi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting.
  • How?
    Kecelakaan terjadi ketika helikopter mengambil air laut untuk water bombing. TNI AD bersama tim gabungan mengerahkan evakuasi melalui jalur udara dan laut, dengan pertolongan diprioritaskan bagi seluruh kru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Helikopter Mi-17 jatuh saat mau ambil air untuk memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan Tengah. Di dalamnya ada delapan orang tentara. Satu orang meninggal dan lima orang selamat lalu dirawat di rumah sakit. Dua orang lagi masih dibawa untuk diselamatkan. TNI sedang mencari tahu kenapa helikopter jatuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman karhutla, respons cepat TNI AD bersama tim gabungan menunjukkan prioritas kuat pada keselamatan personel. Evakuasi melalui udara dan laut telah membawa satu korban ke rumah sakit serta memastikan lima kru selamat memperoleh perawatan, sementara dua lainnya terus dievakuasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) terjatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah pada Rabu (4/11/2026). Akibatnya satu orang kru heli meninggal dunia.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (AD), Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan, jatuhnya helikopter yang mengangkut delapan orang personel itu terjadi sekitar pukul 11.18 WIB.

"TNI AD dibantu tim gabungan mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi melalui jalur udara dan laut," kata Donny lewat keterangan tertulis.

Upaya penyelamatan diprioritaskan demi memastikan seluruh personel mendapat pertolongan secepatnya. Jenazah satu orang kru sudah dievakuasi ke RS Kuala Pambuang.

"Lima orang lainnya ditemukan dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Sementara, dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi," ujar dia.

Jenderal bintang satu itu mengatakan, Helikopter Mi 17V5 lepas landas dari Kuala Pambuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju ke Telaga Paluang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing. Sementara, penyebab jatuhnya helikopter masih dalam proses penyelidikan TNI AD.

"Ini merupakan peristiwa kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla. Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article