Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Ada Progres, Iran Sebut Negosiasi dengan AS Mandek

2 min read
Tak Ada Progres, Iran Sebut Negosiasi dengan AS Mandek
potret Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei (commons.wikimedia.org/Foad Ashtari)
  • Iran menyatakan negosiasi damai dengan AS mandek tanpa progres signifikan, menilai Washington tidak berkomitmen pada penyelesaian diplomatik dan Teheran siap membela diri.
  • Pejabat Iran menyebut kedua pihak masih jauh dari kesepakatan karena AS belum memenuhi syarat Teheran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Donald Trump mengklaim negosiasi berjalan positif, sementara Iran menegaskan kesepakatan bergantung pada penerimaan AS terhadap syarat perdamaian yang diajukan Teheran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyebut negosiasi damai dengan Amerika Serikat (AS) mandek. Sebab, hingga saat ini, belum ada progres signifikan yang mengarah pada kesepakatan damai. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa AS tidak berkomitmen untuk menyelesaikan konflik lewat jalur diplomasi. 

"Pengalaman sebelumnya menghalangi optimisme apa pun tentang keseriusan Amerika dalam diplomasi. Namun, persiapan Teheran untuk membela diri jika terjadi permusuhan baru berada pada tingkat tertinggi," ujar Baghaei pada Selasa (3/11/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

  1. 1. Pejabat Iran lainnya juga mengatakan hal serupa

    Massa membawa bendera Iran di jalan
    Ilustrasi sekelompok orang membawa bendera Iran dalam sebuah kegiatan di Tehran (unsplash.com/sina drakhshani)

    Seorang pejabat diplomatik Iran lainnya juga mengatakan hal serupa. Pejabat yang tidak disebut namanya itu mengatakan, Iran dan AS saat ini sangat jauh dari kesepakatan damai. Sebab, progres negosiasi kedua negara berjalan di tempat dan tidak menghasilkan kesepakatan apa pun. Ini terjadi karena Washington tidak kunjung bersedia menyetujui syarat perdamaian yang diberikan Teheran. 

    "Para mediator bekerja keras untuk mempersempit kesenjangan antara Teheran dan Washington. Syarat-syarat Teheran harus dipenuhi jika AS ingin Selat Hormuz dibuka kembali," ujar pejabat tersebut dilansir Jerusalem Post.

  2. 2. Trump menyebut negosiasi dengan Iran berjalan positif

    Donald Trump sedang berpidato.
    potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Matt Johnson via commons.wikimedia.org/Matt Johnson)

    Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, justru mengatakan sebaliknya. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa negosiasi dengan Iran berjalan positif. Sebab, ia menyebut Iran sudah sangat ingin mencapai kesepakatan damai dengan AS. Oleh karena itu, ia menilai kesepakatan damai dengan Teheran bisa segera tercapai dalam waktu dekat ini. 

    "Mereka (Iran) ingin mencapai kesepakatan dan kita akan lihat apa yang terjadi. Semuanya berjalan lancar, tetapi mereka tidak benar-benar dapat diandalkan. Mereka mencapai kesepakatan lalu mengingkarinya. Mereka ingin mencapai kesepakatan dan kita akan lihat apakah mereka benar-benar menandatanganinya," kata Trump.

  3. 3. Kesepakatan damai sangat bergantung ke AS

    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
    potret Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (commons.wikimedia.org/State Duma of the Russian Federation)

    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan, kesepakatan damai sebetulnya sangat bisa diraih. Namun, itu semua sangat bergantung ke AS. Jika AS mau menyetujui semua syarat perdamaian yang diberikan Iran, maka negosiasi bisa berjalan lancar sehingga kesepakatan bisa tercapai. Jika tidak, maka kesepakatan tidak akan bisa diraih sampai kapan pun. 

    "Musuh (AS) berusaha memaksa bangsa Iran untuk tunduk melalui ancaman dan aksi militer, tetapi mereka sangat keliru. Iran tidak akan tunduk," kata Qalibaf.

    Sebelumnya, Iran sudah memberikan sejumlah syarat kepada AS agar kesepakatan damai bisa diraih. Beberapa di antaranya, seperti penghentian blokade pelabuhan dan pelepasan ribuan dolar aset Iran yang dibekukan AS. Namun, Trump menolak untuk mematuhi semua syarat tersebut. Sebab, ia menilai semua syarat tersebut hanya menguntungkan Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More