Parlemen Greenland Setujui Perjanjian Pertahanan dengan AS dan Denmark

- Parlemen Greenland menyetujui perjanjian pertahanan trilateral dengan AS dan Denmark untuk memperluas kehadiran militer AS, menyusul kesepakatan akses permanen yang diumumkan pada September.
- Menteri Luar Negeri Mute Egede menilai perjanjian menjamin stabilitas, sementara oposisi Naleraq mempersoalkan ketiadaan keuntungan ekonomi bagi Greenland.
- Sidang sempat tertunda akibat dugaan kebocoran informasi rahasia yang akan diselidiki polisi; pada hari sama, Trump kembali mengklaim AS telah mendapatkan Greenland.
Jakarta, IDN Times - Parlemen Greenland, pada Selasa (3/11/2026), resmi menyetujui perjanjian pertahanan trilateral dengan Amerika Serikat (AS) dan Denmark. Langkah ini untuk mengekspansi keberadaan militer AS di Greenland.
Pada September, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan pencapaian persetujuan dengan Denmark dan Greenland soal akses militer AS secara permanen. Langkah ini untuk mengakhiri ketegangan soal aneksasi Greenland dari Denmark.
1. Menlu Greenland sambut baik persetujuan di parlemen

ilustrasi bendera Greenland (unsplash.com/torkilt) Menteri Luar Negeri Greenland, Mute Egede mengatakan bahwa perjanjian ini akan menjamin stabilitas. Menurutnya, Greenland harus mengapresiasi dan tidak menggampangkan perdamaian yang ada di wilayahnya.
Di sisi lain, anggota parlemen oposisi dari Partai Naleraq, Pele Broberg mempertanyakan nilai-nilai yang didapat untuk Greenland. Ia mendesak keuntungan lebih bagi Greenland dalam perjanjian trilateral tersebut.
“Kami mencari perjanjian yang lebih baik bahwa kami dapat memperoleh keuntungan ketika kita menjadi negara merdeka. Namun, tidak ada keuntungan ekonomi yang didapat dari perjanjian ini,“ tuturnya, dikutip dari Deutsche Welle.
2. Parlemen Greenland laporkan Naleraq atas kebocoran informasi rahasia

suasana di Ilulissat, Greenland (unsplash.com/66north) Dalam sidang persetujuan soal perjanjian trilateral dengan AS dan Denmark, terdapat masalah kebocoran informasi rahasia. Juru Bicara Parlemen Greenland, Kim Kielsen mengatakan bahwa sidang sempat ditunda selama 1 jam akibat masalah ini.
Dilansir The Copenhagen Post, Parlemen Greenland akhirnya memutuskan melaporkan kebocoran data ini kepada polisi untuk diinvestigasi. Pemerintah setempat menuding partai oposisi, Naleraq sengaja memublikasikan informasi rahasia yang didapat dalam pengarahan tertutup.
3. Trump sebut Greenland adalah hadiah terbesar untuk AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons) Pada hari yang sama, Trump mengungkapkan bahwa Greenland adalah hadiah terbesar kepada AS yang diterima sejauh ini. Menurutnya, Eropa sudah memberikan Greenland ke AS sebagai hadiah.
“Ingat, Eropa sudah memberikan AS hadiah terbesar yang pernah diberikan. Apakah Anda tahu itu? Greenland. Kami baru saja mendapatkan Greenland, tahukah Anda soal itu?” ungkapnya, dikutip dari Politico.
Beberapa tahun terakhir, Trump terus mendorong pengambilalihan pulau kaya mineral tersebut dari Denmark. Rencana Washington untuk menganeksasi tersebut menimbulkan perseteruan antara AS dan Uni Eropa (UE).





















