Jakarta, IDN Times - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengapresiasi keputusan sejumlah otoritas bandara yang menghentikan sementara hingga membatalkan penerbangan ketika Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Aktivitas erupsi susulan masih berlangsung hingga Rabu (9/9/2026).
PII juga menyampaikan keprihatinan kepada masyarakat yang merasakan dampak dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Langkah mitigasi dinilai penting untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat maupun penerbangan di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik. Kini, aktivitas penerbangan di Indonesia sudah normal pada Rabu (9/9/2026).
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, mengatakan, tindakan otoritas bandara di sejumlah daerah sudah sesuai dengan kebutuhan keselamatan penerbangan. Beberapa bandara sempat menghentikan operasional setelah abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyebar pada 4-6 September 2026.
“Penghentian penerbangan saat terjadi erupsi sudah tepat, untuk menghindari bahaya penerbangan ketika terjadi persebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski demikian saya menyampaikan simpati dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak akibat erupsi ini,” ujar Ilham dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
