Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Tanggapi Kemenangan Partai AfD di Pemilu Regional Jerman

Trump Tanggapi Kemenangan Partai AfD di Pemilu Regional Jerman
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkunjung ke perbatasan AS dan Meksiko pada April 2025. (commons.wikimedia.org/The White House)
  • Partai AfD memenangkan pemilu regional Saxony-Anhalt dengan 43,8 persen suara, mengungguli CDU yang meraih 17,2 persen; kemenangan ini disebut pertama bagi partai sayap kanan di Jerman sejak Perang Dunia II.
  • Donald Trump memuji kemenangan AfD dan menilai partai itu dapat mengatasi kebijakan imigrasi Jerman melalui deportasi massal terhadap imigran ilegal serta pencari suaka.
  • Kanselir Friedrich Merz menolak agenda antiimigran AfD, menyebut remigrasi sebagai pembersihan etnis, termasuk rencana pemisahan kelas dan perlakuan guru bagi anak imigran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menanggapi kemenangan Partai Alternative fuer Deutschland (AfD) di pemilihan umum (pemilu) regional Jerman. Trump mengatakan bahwa Partai AfD akan membawa Jerman keluar dari kebijakan imigrasi yang merugikan mereka sendiri. Sebab, Partai AfD akan membuat kebijakan deportasi massal terhadap semua imigran ilegal dan pencari suaka yang ada di Jerman.

"Wow! Partai populis (Partai AfD) di Jerman baru saja mengalami malam yang sangat besar. Mereka akhirnya bosan dengan peraturan Imigrasi yang benar-benar mengerikan yang telah sangat merugikan Jerman. Mereka sangat bersinar!" tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Selasa (8/9/2026). 

  1. 1. Trump menilai Jerman lemah soal kebijakan imigrasi

    Bendera Jerman sedang berkibar.
    potret bendera Jerman (pexels.com/Claudio Mota)

    Trump sendiri menilai selama ini Jerman dan negara Eropa lainya lemah soal peraturan imigrasi. Inilah yang lantas membuat banyak imigran ilegal dan pencari suaka berbondong-bondong datang ke wilayahnya. Menurut Trump, masalah semacam ini, khususnya yang terjadi di Jerman bisa diatasi oleh Partai AfD. Sebab, Trump menilai partai sayap kanan tersebut sangat anti terhadap imigran ilegal. 

    Oleh karena itu, Trump secara tersirat menyatakan dukungannya terhadap Partai AfD. Apalagi, sejak menjabat lagi sebagai Presiden AS pada Januari 2025 lalu, Trump juga kerap mendeportasi banyak imigran ilegal yang ada di negaranya. Aksi ini dibantu oleh Badan Imigrasi dan Penegakan Aturan AS atau yang dikenal dengan sebutan ICE.

  2. 2. Kanselir Jerman tidak mendukung kebijakan antiimigran Partai AfD

    Friedrich Merz sedang berpidato.
    potret Kanselir Jerman, Friedrich Merz (commons.wikimedia.org/Steffen Prößdorf)

    Namun, Kanselir Jerman, Friedrich Merz, sama sekali tidak mendukung kebijakan antiimigran yang diusung oleh Partai AfD. Sebab, ia menilai kebijakan tersebut sebagai “Pembersihan etnis”. Ini karena kebijakan tersebut akan menjadi tindakan diskriminasi bagi para imigran yang tinggal di Jerman.

    "Jika apa yang dianjurkan di sini, yaitu remigrasi, menjadi kenyataan, itu tidak lain hanyalah sinonim untuk pembersihan etnis berdasarkan asal dan warna kulit," kata Merz menanggapi pidato sebelumnya dari salah satu pemimpin Partai AfD, Alice Weidel, seperti dilansir Jerusalem Post.

  3. 3. Partai AfD sebelumnya memenangi pemilu regional di Negara Bagian Saxony-Anhalt

    Logo Partai AfD Jerman.
    potret logo Partai AfD Jerman (commons.wikimedia.org/Ziko)

    Partai AfD sendiri resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilu regional di Negara Bagian Saxony-Anhalt, Jerman, pada Senin (7/9/2026) lalu. Mereka mengalahkan rival utamanya, Partai Christian Democratic Union (CDU), dengan perolehan suara 43,8 persen. Sementara Partai CDU hanya berhasil mendapatkan suara sebanyak 17,2 persen. Ini merupakan kali pertama partai sayap kanan memenangi pemilu di Jerman sejak Perang Dunia II.

    Selain ingin mendeportasi massal para imigran dan pencari suaka di Jerman, Partai AfD dikabarkan juga akan membuat pemisahan ruang kelas antara anak-anak asli Jerman dan anak-anak imigran. Nantinya, perlakuan guru terhadap mereka juga akan dibedakan. Kebijakan seperti inilah yang dikecam oleh Merz sebagai Kanselir Jerman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More