Comscore Tracker

Apa Itu Gelar Habib dan Siapa yang Berhak Menyandangnya?

Tidak semua keturunan Rasulullah bisa disebut habib

Jakarta, IDN Times - Gelar habib akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, sederet peristiwa kontroversial menyeret nama-nama yang dipanggil dengan sebutan habib. Di antaranya ada nama Rizieq Shihab (pemimpin Front Pembela Islam) dan Bahar bin Smith (pimpinan Majelis Pembela Rasulullah). Dua orang yang akrab dipanggil habib ini, diketahui tengah terjerat kasus hukum.

Di luar mereka berdua, ada banyak nama-nama besar yang cukup sohor dalam lingkup nasional dengan gelar habib yang disematkan di depan nama mereka. Ada nama Habib Ali Kwitang (Majelis Tak'lim Kwitang), Habib Luthfi bin Yahya (Pendakwah Nahdatul Ulama), dan mantan Menteri Agama Quraish Shihab–meski berhak secara silsilah, dia menolak menyandang gelar ini–yang tak kalah populer dan banyak dicintai jemaahnya.

Kelima nama yang dipanggil habib itu disebutkan merupakan keturunan atau memiliki darah Nabi Muhammad SAW. Terlepas dari segala kontroversi dan apapun yang melekat pada diri Rizieq Shihab dan Bahar bin Smith, faktanya mereka memiliki gelar kehormatan tersebut.

Tentu gelar habib dipersepsikan berbeda oleh setiap orang. Masyarakat juga masih bingung bagaimana cara mengetahui seseorang itu pantas bergelar habib atau tidak, dan benarkah mereka keturunan Rasulullah?

Baca Juga: Tolak Minta Maaf ke Jokowi, Bahar bin Smith Pilih Membusuk di Penjara

1. Habib adalah keturunan Rasulullah yang dicintai

Apa Itu Gelar Habib dan Siapa yang Berhak Menyandangnya?IDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Berdasarkan penjelasan dari organisasi pencatatan keturunan Nabi Muhammad SAW, Rabithah Alawiyah, habib berasal dari kata habaib, yang artinya adalah keturunan Rasulullah yang dicintai.

Ketua Dewan Pimpinan Rabithah Alawiyah, Habib Zein bin Umar bin Smith mengungkapkan, sudah banyak menjelaskan asal-usul gelar tersebut masuk di Indonesia. Tapi, masih sering juga ada yang salah kaprah tentang habib yang mulai masuk ke Nusantara.

"Keturunan Nabi Muhammad itu ada dari Sayyidina Husein disebut Sayyid dan Sayyidina Hasan yang disebut Assyarif. Keduanya keturunan dari Sayyida Fatimah binti
Muhammad dengan Ali bin Abi Thalib," kata Habib Zein kepada IDN Times, Selasa (4/12).

2. Keturunan Imam Ahmad Bin Muhazir hijrah ke Asia

Apa Itu Gelar Habib dan Siapa yang Berhak Menyandangnya?IDN Times/Imam Rosidin

Untuk asal muasal keberadaan para habib sendiri, kata Zein, dapat dilacak sejak dulu di Indonesia. Menurutnya, Dzurriah Habib itu selalu merupakan Sayyid, karena awalnya dimulai dari Imam Ahmad Bin Muhazir yang melakukan perjalanan dari Basra ke Hadhramaut (Yaman Selatan).

"Selanjutnya, setelah berkembang banyak, mereka melakukan perjalanan ke Asia Timur dan masuklah ke Indonesia. Mereka datang melalui Aceh, dan wilayah barat lain. Setelah itu masuklah Wali Songo ke daerah Demak dan ke arah Jawa Timur lain," beber Habib Zein.

"Lalu setelah itu, masuklah gelombang dua di abad 19 dan 20. Mereka langsung dari Yaman, mereka lah juga yang disebut Sayyid," lanjutnya.

3. Tidak semua keturunan Rasulullah adalah habib

Apa Itu Gelar Habib dan Siapa yang Berhak Menyandangnya?IDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Akan tetapi, Zein mengungkapkan, tidak semua keturunan Rasulullah bisa disebut habib. Menurutnya, hal itu harus dijabarkan berdasarkan silsilah terlebih dahulu.

Selain itu, seorang habib harus memiliki akhlak yang baik. Sebab, keteladanan mereka akan dicontoh oleh masyarakat. Akan aneh jadinya jika seseorang mengaku-ngaku seorang habib.

4.Habib dianggap panggilan keakraban

Apa Itu Gelar Habib dan Siapa yang Berhak Menyandangnya?IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Namun, akhir-akhir ini terjadi perubahan yang cukup signifikan. Panggilan habib lebih dijadikan sebagai panggilan keakraban.

"Saat ini justru semakin banyaknya keturunan Rasulullah semua dianggap merata. Jadi semua keturunan dianggap habib, padahal tidak seperti itu," ucap Zein.

5. Bahar bin Smith seorang habib tulen

Apa Itu Gelar Habib dan Siapa yang Berhak Menyandangnya?IDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Ia pun enggan menganggap bahwa gelar habib itu ingin dianggap sebagai orang yang istimewa, yang harus diperlakukan beda. Ia hanya ingin gelar habib diberikan ke orang yang tepat agar nama itu tak disalahgunakan.

"Kami tak mau itu membuat beda. Rabithah Alawiyah hanya mengumpulkan kebenaran secara silsilah. Karena Kami harus menjadi ujung tombak dan memberikan contoh yang baik,"

Saat dikonfirmasi mengenai status Bahar Bin Smith, apakah benar-benar memiliki gelar tersebut, Zein menyatakan, pria yang kerap disapa Habib Bule itu memang sudah terverifikasi dengan benar.

"Ya, dia memang habib. Dia memiliki darah (marga) yang sama dengan saya. Terlepas dari apa yang diperbuat, memang kami satu darah," tukas Habib Zein.

Baca Juga: Dianggap Kontroversial, Bahar bin Smith Punya Darah Nabi?

Topic:

  • Sunariyah
  • Yogie Fadila

Just For You