Jakarta, IDN Times – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, menyoroti persoalan klasik Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kerap menjadi sumber polemik setiap penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, istilah DPT bahkan sering diplesetkan menjadi "Daftar Permasalahan Tetap" karena persoalan data pemilih terus berulang dari pemilu ke pemilu.
Lolly mengatakan, persoalan DPT seharusnya diselesaikan sejak tahap awal pemutakhiran data, bukan baru dipersoalkan ketika hari pemungutan suara sudah tiba. Karena itu, Bawaslu mendorong penguatan kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagari), melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) agar akurasi data pemilih semakin baik.
