Sebaran Debu Vulkanik di Indonesia Hari Ini, Gunung Semeru ke Tenggara

- BMKG mendeteksi debu vulkanik Gunung Dukono bergerak ke utara melintasi sebagian Halmahera Utara dan perairan barat daya Morotai, sementara debu Gunung Semeru mengarah tenggara ke Lumajang, Jember, serta perairannya.
- Sebaran debu dari Gunung Ibu dan Lewotolo tidak terdeteksi pada citra pukul 07.00 WIB, tetapi BMKG menegaskan kondisi tertutup awan membuat keberadaan abu belum dapat dipastikan.
- Debu vulkanik berisiko mengganggu kesehatan dan transportasi. BMKG meminta warga di area berpotensi terdampak tetap waspada, mengikuti sumber resmi serta arahan BMKG, PVMBG/Badan Geologi, dan pemerintah setempat.
Jakarta, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sebaran debu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada pukul 07.00 WIB, Kamis (17/9/2026).
Sebaran debu vulkanik saat ini teridentifikasi dari Gunung Dukono, Gunung Semeru, Gunung Lewotolo, dan Gunung Ibu. BMKG juga memberikan perkiraan cuaca serta imbauan bagi masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.
1. Sebaran debu vulkanik Gunung Dukono mengarah ke utara

ilustrasi erupsi gunung api (pexels.com/Jeffry Surianto) Berdasarkan analisis citra satelit, sebaran debu vulkanik dari Gunung Dukono teramati bergerak ke arah utara. Sebaran vulkaniknya mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan perairan barat daya Morotai.
Dalam prakiraan cuaca nya, BMKG mencatat wilayah Gunung Dukono diprediksi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal pada 17 September 2026. Angin diperkirakan bertiup dari timur laut pada pagi hingga siang hari, kemudian berubah dari barat daya pada malam hari.
2. Sebaran debu vulkanik Gunung Semeru mengarah ke tenggara

gambar Gunung Bromo dengan latar belakang Gunung Semeru yang sedang aktif (unsplash.com/Alessio Roversi) Sebaran debu vulkanik dari Gunung Semeru teramati bergerak ke arah tenggara. BMKG mencatat, sebaran tersebut mencakup sebagian Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, perairan Lumajang, dan perairan Jember.
Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi berawan pada pagi hari dan anginnya diperkirakan bertiup dari barat daya. Sementara itu, pada siang hingga malam hari, kondisi di sekitar Gunung Semeru diprakirakan mengalami asap, serta angin yang bertiup dari timur laut.
3. Sebaran debu vulkanik Gunung Ibu dan Gunung Lewotolo tidak terdeteksi

Gunung Ibu di Halmahera Barat erupsi. (Dok. BNPB) Sementara sebaran debu vulkanik dari Gunung Ibu dan Gunung Lewotobi tidak terdeteksi dalam analisis citra satelit BMKG pada pukul 07.00 WIB, 17 September 2026.
Perkiraan cuaca di sekitar Gunung Ibu pada 17 September menunjukkan kondisi berawan pada pagi dan siang hari, kemudian berawan tebal pada malam hari. Angin bertiup dari arah barat dan selatan pada siang hari, lalu tenggara pada malam hari.
Pada dini hari 18 September, kondisi cuaca Gunung Ibu diperkirakan kabut dengan angin dari arah timur.
Sementara itu, perkiraan cuaca BMKG menunjukkan wilayah Gunung Lewotolo berpotensi mengalami kondisi berawan hingga berawan tebal sepanjang hari pada 17 September 2026.
Namun pada dini hari 18 September, cuaca diperkirakan cerah berawan dengan angin dari arah tenggara.
4. Dampak debu vulkanik pada kesehatan dan transportasi

ilustrasi pakai masker untuk mencegah penyakit (IDN Times/NRF) BMKG memaparkan, paparan debu vulkanik dapat berdampak terhadap kesehatan dan transportasi.
Dari sisi kesehatan, debu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, batuk, gangguan pernapasan, dan dapat memperburuk keadaan masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Sementara pada aspek transportasi, debu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang, membuat jalan menjadi licin, mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara, serta mengganggu fungsi mesin dan peralatan transportasi.
Selain itu, debu dapat mengganggu navigasi dan operasional transportasi darat, laut, maupun udara hingga menyebabkan keterlambatan, pengalihan rute, atau penghentian sementara perjalanan, hingga menimbulkan risiko kecelakaan jika konsentrasi abu cukup tebal.
5. Imbauan BMKG untuk masyarakat

Ilustrasi informasi/isu/viral. (IDN Times/ Agung Sedana) BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. Terutama masyarakat di sekitar Kabupaten Halmahera Utara, perairan barat daya Morotai, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, serta Perairan Jember.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
Selain itu, masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah setempat.
Dalam informasinya, BMKG menekankan bahwa sebaran abu vulkanik ini belum dapat dipastikan karena wilayah gunung api tertutup awan. Debu vulkanik yang tidak terdeteksi analisis bukan berarti tidak ada debu vulkanik sama sekali.

















