Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo turut buka suara terkait data pertahanan yang diminta dibuka saat debat capres-cawapres putaran ketiga, Minggu (7/1/2023). Menurutnya, data pertahanan ada yang bisa dibuka, dan juga ada yang harus dirahasiakan.
Diketahui, calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, dan calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, sempat mendesak calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto yang juga menjabat Menteri Pertahanan, membuka data pertahanan Indonesia saat debat capres-cawapres yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta itu.
"Yang berkaitan dengan pertahanan, yang berkaitan dengan keamanan negara, yang berkaitan dengan alutsista, itu ada yang bisa terbuka, tapi banyak yang memang harus kita rahasiakan, karena ini menyangkut strategi besar negara, gak bisa semua dibuka kayak toko kelontong, gak bisa," ujar Jokowi di Banten, Senin (8/1/2024).