Kampung Haji Indonesia Tampung 25 Ribu Jemaah, Bisa Tekan Biaya Haji

- Kampung Haji Indonesia mampu menampung 25.000 jemaah haji dan umrah
- Proyek ini bertujuan untuk menekan biaya haji, jaminan standar hunian, layanan kesehatan, dan dapat optimal dalam menampung pelayanan umrah
- Indonesia pertama kali memiliki hotel di Arab Saudi sebagai hadiah bagi umat Muslim di Tanah Air
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia memulai pembangunan Kampung Haji mandiri di Makkah, Arab Saudi, yang mampu menampung hingga 25.000 jemaah. Kawasan seluas 4,9 hektare di Thakher ini akan dilengkapi hotel dengan 1.461 kamar serta layanan terpadu akomodasi, kesehatan, dan konsumsi untuk mendukung ibadah haji dan umrah.
“Keberadaan Kampung Haji ini diharapkan dapat menekan biaya haji,” demikian ditulis di akun Instagram Badan Komunikasi Pemerintah RI, dikutip Selasa (13/01/2026). Selain itu, fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan terowongan Al-Hujun yang menghubungkan lokasi dengan Masjidil Haram dalam jarak sekitar 2,5 kilometer.
1. Manfaat keberadaan kampung haji Indonesia

Lebih lanjut, Bakom RI menjelaskan, manfaat didirikannya kampung haji Indonesia adalah untuk menekan biaya haji, jaminan terhadap standar hunian, dan layanan kesehatan serta dapat optimal dalam menampung pelayanan umrah yang mencapai 1,8 juta jemaah per tahun.
Tak hanya itu, agar proyek tersebut dapat direalisasikan, Bakom RI memaparkan, tahapannya dimulai dengan pemilihan kontraktor pada awal 2026, dilanjutkan dengan proses desain dan konstruksi di kuartal kedua di tahun yang sama, lalu peletakan batu pertama pada kuartal keempat.
Kendati, operasional hotel pertama baru direncanakan dapat dimulai pada 2029. Dengan demikian, jemaah haji tahun 2026 dan 2027 belum dapat memanfaatkan fasilitas ini.
2. Untuk pertama kalinya Indonesia mempunyai hotel di Saudi

Sementara, untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil memiliki aset properti berupa hotel di Arab Saudi. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi mengubah peraturan yang berlaku, sehingga memungkinkan suatu negara asing seperti Indonesia untuk memiliki aset di wilayahnya.
"Sudah sempat disampaikan juga keberhasilan Pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab. Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding, dan kita sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah yang ini atas diplomasi luar biasa dari Bapak Presiden," kata dia.
3. Kampung haji di Arab Saudi sebagai hadiah untuk umat muslim Indonesia

Lebih lanjut, Prasetyo menekankan bahwa kehadiran aset hotel ini juga menjadi hadiah bagi bangsa Indonesia. Terutama bagi umat Muslim di Tanah Air
"Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya," ucap dia.















