Negara Eropa Evakuasi Ribuan Warganya dari Timur Tengah

- Negara-negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris mengevakuasi ribuan warganya dari Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan perang antara AS-Israel melawan Iran.
- Prancis dan Jerman mengerahkan tim darurat serta pesawat sewaan untuk membantu warga yang terjebak di berbagai negara Teluk, termasuk UEA, Qatar, dan Oman.
- Italia dan Inggris membangun koridor evakuasi udara melalui Oman dan Arab Saudi guna memulangkan warganya di tengah serangan balasan Iran terhadap aset militer AS.
Jakarta, IDN Times - Negara-negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris berlomba mengevakuasi ribuan warganya dari Timur Tengah. Langkah massal tersebut dipicu oleh meluasnya dampak perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Ketegangan memicu penutupan ruang udara dan bandara secara mendadak di berbagai negara Teluk. Serangan balasan Iran juga terus menyasar berbagai aset militer AS di kawasan tersebut.
1. Prancis dan Jerman kerahkan tim darurat

Pemerintah Prancis memobilisasi bantuan untuk sekitar 400 ribu warganya yang tersebar di belasan negara terdampak. Jumlah tersebut mencakup 64 ribu warga di Uni Emirat Arab serta 9.200 warga di Qatar. Total warga tersebut juga meliputi ekspatriat jangka panjang, warga negara ganda, pelancong bisnis, hingga turis.
Kementerian Luar Negeri Prancis telah menyiagakan 15 pos diplomatik untuk memberikan pembaruan keamanan dan evakuasi lokal. Mereka juga membuka saluran siaga krisis yang telah menerima hampir 5 ribu panggilan telepon. Kedutaan besar Prancis di Baghdad bahkan menyarankan warganya di Kurdistan Irak untuk keluar melalui Turki.
Sementara itu, Jerman berencana mengirimkan pesawat sewaan menuju Arab Saudi dan Oman untuk mengevakuasi ribuan wisatawan. Tim krisis Jerman juga telah dikirim ke Muscat, Doha, dan Dubai untuk mencari jalur evakuasi darat. Sekitar 5 ribu penumpang asal Jerman kini masih terjebak di dua kapal pesiar TUI di UEA dan Qatar.
“Keselamatan warga negara kami adalah prioritas utama kami,” ujar Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul pada Senin (2/3/2026), dilansir The Straits Times.
2. Italia bangun koridor evakuasi warga

Italia berupaya mengevakuasi ratusan warganya dari total 30 ribu warga negara yang saat ini berada di Uni Emirat Arab. Rombongan pertama berisi 98 warga Italia telah diberangkatkan menuju Oman pada 1 Maret untuk selanjutnya diterbangkan ke Roma. Kelompok lain yang terdiri dari 200 mahasiswa juga dijadwalkan terbang dari Dubai menuju Milan pada 3 Maret.
Pemerintah Italia turut menyediakan penerbangan sewaan bagi ribuan warganya yang pulang dari Maladewa tapi tertahan saat transit di Dubai. Evakuasi darurat juga disiapkan bagi 500 warga Italia di Iran melalui perbatasan Azerbaijan apabila situasi makin memburuk.
“Kami sedang membangun koridor dan jaringan kedutaan untuk memfasilitasi pergerakan warga Italia ke negara yang memiliki penerbangan tersedia,” kata Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, dilansir The Straits Times.
Kementerian Pertahanan Italia mengonfirmasi 2.500 tentara mereka di kawasan Teluk berada dalam kondisi aman tanpa korban luka. Italia kini juga tengah mempertimbangkan permintaan sekutu Teluk untuk memberikan bantuan pertahanan udara dan perlindungan anti-drone.
3. Inggris susun rencana evakuasi jalur udara

Maskapai British Airways telah menerbangkan armada Boeing 787 menuju Muscat, Oman, untuk menjemput para kru pesawat yang telantar. Rute dari bandara di ibu kota Oman tersebut kini sedang disiapkan untuk operasi pengangkutan udara besar-besaran. Evakuasi akan ditujukan bagi para pelancong Inggris yang terdampar di Dubai maupun Abu Dhabi.
Warga negara Inggris di wilayah Uni Emirat Arab rencananya akan diangkut menggunakan bus melintasi gurun menuju bandara di Oman. Wilayah operasional bandara Muscat dinilai aman karena tidak masuk dalam zona peringatan larangan bepergian.
Skenario operasi serupa juga berpotensi diterapkan bagi warga negara Inggris yang berada di Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Ribuan warga tersebut akan dibawa menuju Riyadh di Arab Saudi sebelum diterbangkan kembali ke negara asal. Pemerintah Inggris terus mengimbau warganya yang masih terjebak untuk tetap berada di lokasi yang aman.
Upaya evakuasi dilakukan di tengah gempuran balasan Iran yang terus menyasar aset AS di negara-negara Teluk. Serangan tersebut memicu ledakan keras dan sirene peringatan di berbagai wilayah termasuk Dubai, Doha, serta Kuwait. Insiden di kawasan Teluk dilaporkan telah menewaskan sedikitnya tiga orang di UEA dan satu orang di Kuwait.















![[QUIZ] Tes Seberapa Luas Wawasan Kamu Tentang Sejarah Kenabian, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20250330/kusi-kisah-nabi-cover-7d0b3b2b4abad8912775212d324e6661.jpg)


