Jakarta, IDN Times – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua provinsi di Pulau Sulawesi pada awal Agustus 2026. Berdasarkan keterangan dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, peristiwa ini menuntut kewaspadaan tinggi karena dipicu kondisi cuaca dan aktivitas manusia.
Karhutla pertama melanda di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Persisnya terjadi di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang, pada Senin, 3 Agustus 2026 pagi. Api diduga berasal dari percikan pada vegetasi kering yang dengan cepat meluas hingga menghanguskan sekitar 3 hektare lahan.
"Sinergi antara BPBD, TNI, Polri, dan pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, namun petugas tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru akibat cuaca panas," ujar Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
