Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Landa Sulsel dan Sulteng, 23 Hektare Lahan Hangus
Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Pinrang)
  • Karhutla terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, tanpa laporan korban jiwa.
  • Banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah membuat 50 kepala keluarga atau 150 jiwa mengungsi dan berdampak pada sekitar 50 rumah.
  • BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait melakukan pemadaman, asesmen, pemantauan, normalisasi sungai, serta pembangunan tanggul.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (3/8) sekitar pukul 06.30 WITA

Karhutla terjadi di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Sekitar 3 hektare lahan terbakar.

Senin (3/8) sekitar pukul 10.01 WITA

Karhutla terjadi di Desa Tojo, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una. Sekitar 20 hektare lahan terdampak kebakaran.

Senin (3/8) sekitar pukul 10.30 WIB

Hujan sedang hingga lebat membuat Sungai Silaga-laga meluap setelah tanggul jebol. Banjir merendam wilayah di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah.

Senin (3/8)

Tim BNPB memonitor normalisasi Sungai Sigala-gala dan pembangunan tanggul tanah menggunakan jumbo bag di Kelurahan Sipange. Api di Pinrang telah dipadamkan, genangan banjir mulai surut, dan kebakaran di Tojo Una-Una terkendali.

Selasa (4/8)

Tim BNPB dijadwalkan menggelar rapat koordinasi, melakukan pendampingan administrasi, dan melanjutkan monitoring perkuatan tebing sungai.

Hingga saat ini

Progres penyusunan tanggul telah mencapai 47 jumbo bag. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian karhutla di Pinrang dan Tojo Una-Una.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Karhutla terjadi di Pinrang dan Tojo Una-Una, sementara banjir melanda Tapanuli Tengah.
  • Who?
    BNPB, BPBD, TNI, POLRI, Damkar, pemerintah daerah, dan masyarakat terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Kabupaten Pinrang, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tojo Una-Una.
  • When?
    BNPB mencatat kejadian pada Senin (3/8) dalam periode pemantauan hingga Selasa (4/8) pukul 07.00 WIB.
  • Why?
    Karhutla dipicu percikan api pada vegetasi kering dan pembukaan lahan tanpa pengawasan. Banjir terjadi setelah hujan sedang hingga lebat dan tanggul Sungai Silaga-laga jebol.
  • How?
    Petugas melakukan pemadaman, asesmen, evakuasi, pendirian tenda pengungsian, monitoring, normalisasi sungai, dan pembangunan tanggul.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BNPB mencatat kebakaran lahan di Pinrang dan Tojo Una-Una, lalu banjir di Tapanuli Tengah. Banyak orang di Tapanuli Tengah mengungsi karena air sungai naik. Petugas dan banyak pihak bekerja memadamkan api dan membantu banjir. Api di Pinrang sudah padam, api di Tojo Una-Una terkendali, dan genangan mulai surut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keterlibatan BNPB, BPBD, pemerintah daerah, petugas, dan masyarakat memperkuat penanganan di tiga wilayah. Api di Pinrang telah dipadamkan, sementara tenda pengungsian dan pendampingan teknis tersedia di Tapanuli Tengah. Koordinasi juga terus dilakukan untuk pengendalian api di Tojo Una-Una serta perkuatan tebing sungai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua provinsi di Pulau Sulawesi pada awal Agustus 2026. Berdasarkan keterangan dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, peristiwa ini menuntut kewaspadaan tinggi karena dipicu kondisi cuaca dan aktivitas manusia.

Karhutla pertama melanda di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Persisnya terjadi di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang, pada Senin, 3 Agustus 2026 pagi. Api diduga berasal dari percikan pada vegetasi kering yang dengan cepat meluas hingga menghanguskan sekitar 3 hektare lahan.

"Sinergi antara BPBD, TNI, Polri, dan pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, namun petugas tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru akibat cuaca panas," ujar Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

1. Karhutla juga melanda Kabupaten Tojo Una-Una

Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Pinrang)

Karhutla juga melanda di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada saat yang hampir bersamaan, persisnya di Desa Tojo. Berbeda dengan Pinrang, kebakaran di wilayah ini diduga kuat dipicu aktivitas pembukaan lahan perkebunan yang dilakukan tanpa pengawasan.

"Luas lahan yang terdampak mencapai 20 hektare. Meskipun tidak ada korban jiwa, tim gabungan masih terus melakukan pengendalian api agar tidak meluas ke permukiman warga," ujar Muhari.

BNPB menghimbau masyarakat untuk menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di tengah kondisi vegetasi yang kering.

2. Banjir melanda Tapanuli Tengah

Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). (BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah)

Hujan deras dengan intensitas tinggi telah memicu bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, setelah tanggul Sungai Silaga-laga jebol pada Senin, 3 Agustus 2026. Laporan ini disampaikan

Banjir ini merendam wilayah Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri, yang memaksa 150 jiwa atau 50 kepala keluarga mengungsi. Sebanyak 50 unit rumah dilaporkan terdampak, dan warga yang mengalami trauma dievakuasi ke Gereja HKI Lama.

"Pemerintah daerah telah memperpanjang Status Transisi Darurat ke Pemulihan hingga 25 Desember 2026 untuk memastikan penanganan berjalan optimal," ujar Muhari.

3. Hujan menjadi kendala utama bangun tanggul yang jebol

Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). (BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah)

Sebagai langkah percepatan, BNPB memberikan pendampingan teknis dalam pembangunan tanggul tanah menggunakan jumbo bag dan normalisasi sungai.

Hingga saat ini, progres penyusunan telah mencapai 47 jumbo bag, dengan target tambahan ribuan kantong lainnya yang akan didatangkan dari Kabupaten Luwu.

Namun, Muhari menyebut, curah hujan yang terus berlanjut menjadi kendala utama di lapangan, karena dapat menggerus tebing sungai yang dekat dengan permukiman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article