Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KSAD Resmikan 11 Jembatan Gantung di Aceh untuk Pulihkan Akses Warga
TNI AD membangun 40 unit jembatan Armco di Aceh. (Dok. Dispenad)
  • KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan 11 jembatan gantung di Aceh sebagai bagian dari program pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
  • Pembangunan jembatan tersebar di berbagai kabupaten seperti Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tengah untuk memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus.
  • Jembatan baru ini memudahkan masyarakat menjangkau sekolah, pasar, layanan kesehatan, dan pusat ekonomi lokal, sekaligus mempercepat pemulihan sosial ekonomi pascabencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, meresmikan 11 jembatan perintis atau jembatan gantung di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi.

Peresmian ini juga menjadi bagian dari program percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Secara keseluruhan, TNI telah menyelesaikan pembangunan 218 jembatan di berbagai daerah di Indonesia dalam kurun waktu sekitar 2,5 bulan.

1. Bagian dari upaya pemulihan wilayah terdampak bencana

TNI Angkatan Darat membangun 40 unit jembatan Armco di Aceh. (Dok. Dispenad)

Pembangunan 11 jembatan gantung di Aceh dilakukan sebagai respons terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir.

Jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan akses mobilitas masyarakat yang sempat terputus, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan secara normal.

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat.

“Jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi simbol hadirnya negara untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian rakyat dapat pulih,” ujar Maruli, dikutip Selasa (10/3/2026).

2. Dibangun di sejumlah kabupaten di Aceh

TNI AD membangun 40 unit jembatan Armco di Aceh. (Dok. Dispenad)

Sebanyak 11 jembatan gantung tersebut dibangun di berbagai wilayah di Provinsi Aceh. Lokasinya tersebar di beberapa kabupaten yang sebelumnya mengalami kendala akses transportasi.

Beberapa di antaranya berada di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Desa Ara dan Desa Blang Awe. Selain itu, jembatan juga dibangun di Kabupaten Aceh Utara yang melintasi Sungai Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, dan Blang Teurekan.

Pembangunan juga dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang yang melintasi Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Timur di Sungai Pante Kera, Kabupaten Pidie di Desa Baro Yaman, Kabupaten Aceh Barat di Kajeung, Kabupaten Aceh Tenggara di Kali Alas, serta Kabupaten Aceh Tengah di Burni Bius.

3. Mempermudah akses masyarakat ke fasilitas penting yang sulit diakses

Kasad Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak resmikan jembatan gantung di Aceh. (Dok. Dispenad)

Keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menjangkau berbagai fasilitas penting yang sebelumnya sulit diakses.

Fasilitas yang dimaksud antara lain sekolah, pasar, layanan kesehatan, hingga pusat kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Melalui program pembangunan jembatan ini, TNI Angkatan Darat juga berupaya membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus membuka akses transportasi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.

Editorial Team