Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Ponpes Al Falakiyah Bogor, 56 Santri Terdampak
Ponpes di Kota Bogor Terbakar. Istimewa
  • Kebakaran melanda Pesantren Al Falakiyah Pagentongan, Bogor, Sabtu sore, diduga dipicu aktivitas bermain api seorang santri; kerugian material diperkirakan Rp50 juta.
  • Sebanyak 56 santri terdampak setelah bergotong royong memadamkan api sebelum petugas tiba, dengan asap pekat dari kasur busa menyebabkan sesak napas.
  • Sebanyak 31 santri dibawa ke fasilitas kesehatan, termasuk lima yang mengalami luka bakar ringan grade 1; korban dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (5/9/2026) sore

Kebakaran melanda area Pesantren Al Falakiyah Pagentongan di Bogor. Sebanyak 56 santri terdampak, mengalami sesak napas hingga luka bakar saat berupaya memadamkan api.

pukul 16.40 WIB

Kebakaran mulai terjadi, diduga setelah seorang santri bermain api yang kemudian membesar dan gagal dipadamkan mandiri.

pukul 16.45 WIB

Damkar Kota Bogor menerima laporan dan menerjunkan regu dari Pos Yasmin, Cibuluh, dan Sukasari.

dalam waktu 10 menit

Petugas pemadam tiba di lokasi kebakaran.

durasi 15 menit

Petugas berhasil memadamkan api.

selama 30 menit

Petugas melakukan pendinginan setelah api padam. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran melanda area Pesantren Al Falakiyah Pagentongan dan menyebabkan 56 santri terdampak sesak napas serta luka bakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.
  • Who?
    56 santri terdampak; lima di antaranya mengalami luka bakar ringan grade 1. Damkar Kota Bogor, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, serta petugas fasilitas kesehatan menangani kejadian ini.
  • Where?
    Area Pesantren Al Falakiyah Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Korban dirawat di RS PMI, RS Hermina, RS Umi, RSB, serta dua puskesmas.
  • When?
    Kebakaran terjadi Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 16.40 WIB. Damkar menerima laporan pukul 16.45 WIB dan tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian.
  • Why?
    Api diduga berasal dari seorang santri yang bermain api. Kobaran membesar setelah tidak berhasil dipadamkan secara mandiri, sementara kasur busa terbakar menghasilkan asap pekat.
  • How?
    Santri berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas datang. Regu Damkar dari Pos Yasmin, Cibuluh, dan Sukasari memadamkan api selama 15 menit, lalu melakukan pendinginan 30 menit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api membakar Pesantren Al Falakiyah di Bogor pada Sabtu sore. Api diduga mulai karena seorang santri bermain api. Ada 56 santri kena dampaknya saat membantu padamkan api. Banyak yang sesak napas karena asap kasur. Lima santri luka bakar ringan. Sekarang mereka dirawat di rumah sakit dan puskesmas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah musibah, respons cepat petugas pemadam yang tiba dalam 10 menit dan menuntaskan pemadaman segera membatasi kobaran api. Inisiatif gotong royong para santri juga mencerminkan rasa memiliki terhadap pesantren, sementara penanganan medis di sejumlah fasilitas memastikan para korban, termasuk yang mengalami luka bakar ringan, memperoleh perhatian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Sebanyak 56 santri terdampak musibah kebakaran yang melanda area Pesantren Al Falakiyah Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Sabtu (5/9/2026) sore.

Seluruh korban dilaporkan mengalami sesak napas hingga luka bakar setelah berusaha memadamkan kobaran api dengan alat seadanya.

1. Dipicu aktivitas bermain api, kerugian ditaksir Rp50 juta

Kepulan Asap saat Kebakaran di salah satu Ponpes di Kota Bogor. Istimewa

Berdasarkan laporan Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Damkar Kota Bogor, M. Ade Nugraha, kebakaran mulai terjadi pada pukul 16.40 WIB.

Insiden ini diduga bermula ketika seorang santri bermain api yang kemudian membesar dan gagal dipadamkan secara mandiri.

Merespons laporan pada pukul 16.45 WIB, regu pemadam dari Pos Yasmin, Cibuluh, dan Sukasari langsung diterjunkan dengan APD lengkap.

Petugas berhasil tiba di lokasi dalam waktu 10 menit dan langsung memadamkan api dalam durasi 15 menit, disusul pendinginan selama 30 menit.

"Total kerugian material dari area pesantren yang terbakar diperkirakan mencapai Rp50 juta," kata Ade.

2. Santri bantu padamkan kasur busa berujung sesak napas

Sejumlah santri dilaiirkan di Rumah Dakit akibat luka ringan dan sesak nafas. Humas Pemkot Bogor

Banyaknya jumlah korban terdampak disebabkan oleh inisiatif para santri yang langsung bergotong royong menjinakkan api sebelum petugas datang.

Material yang terbakar salah satunya adalah kasur busa berbahan spons yang memicu asap pekat yang terhirup oleh para santri.

"Karena ini pondok pesantren, anak-anak itu merasa memiliki. Ketika melihat api mulai besar, mereka antusias mengambil inisiatif untuk membantu memadamkan. Kita perlu memberikan apresiasi, alhamdulillah tidak ada yang takut. Tapi kita benar-benar harus memastikan mereka mendapatkan penanganan yang tepat," ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

3. Lima santri alami luka bakar, puluhan lainnya disebar ke sejumlah faskes

Wali Kota Bogo Jenguk Santri yang terdampak di Rumah Sakit. Humas Pemkot Bogor

Akibat kontak langsung dengan asap pekat dan api, dari total 56 anak yang terdampak, 31 santri harus dilarikan ke fasilitas medis, sementara sisanya dan sebagian lainnya ditangani oleh pihak penyelenggara di aula pondok pesantren. Dedie memastikan tidak ada santri yang menolak penanganan medis.

"Dari 31 anak itu, ada lima yang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan grade 1, jadi masih dalam kategori luka bakar ringan. Secara keseluruhan, anak-anak ini sedang dicoba untuk mendapatkan perawatan terutama karena mengalami sesak napas," kata Dedie saat meninjau korban di RS PMI.

Selain RS PMI, para korban juga disebar untuk mendapat perawatan di RS Hermina, RS Umi, RSB, Puskesmas Pasir Mulya, dan Puskesmas Bogor Tengah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article