Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Bantah Krisis Amunisi AS dan Tuding Kritikus Berkhianat

Trump Bantah Krisis Amunisi AS dan Tuding Kritikus Berkhianat
Presiden AS Donald Trump (Marc Nozell from Merrimack, New Hampshire, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump membantah adanya krisis amunisi AS di tengah konflik dengan Iran, serta menuduh media dan pengkritik yang menyebarkan isu itu berkhianat dan ingin AS kalah.
  • Trump mengklaim militer AS memproduksi senjata dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya, memiliki stok amunisi melimpah, dan menahan penjualan senjata demi kebutuhan internal sebelum membukanya kembali untuk sekutu.
  • Trump mengkritik bantuan militer era Joe Biden kepada Ukraina dan NATO, menuntut penggantian dana dari Eropa; sementara klaim nilainya tanpa bukti dan pakar menyoroti keterbatasan pasokan AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan mengenai kelangkaan amunisi militer negaranya di tengah konflik bersenjata yang sedang berlangsung dengan Iran. Dalam unggahannya di platform Truth Social pada Kamis (3/9/2026) waktu setempat, dia mengecam keras pihak-pihak yang melontarkan klaim tersebut.

Trump menyebut media dan para kritikus yang terus membicarakan masalah persediaan senjata sebagai tindakan yang berkhianat kepada negara. Dia menegaskan bahwa militer AS saat ini memproduksi senjata pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memiliki pasokan yang sangat melimpah untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

  1. 1. Tudingan pengkhianatan terhadap media dan pengkritik militer

    Donald Trump
    Donald Trump (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Trump mengecam para kritikus dan media massa yang mempertanyakan kecukupan pasokan persenjataan AS di tengah operasi militer melawan Iran. Sebagaimana dilaporkan Anews, Trump menilai tuduhan mengenai krisis persediaan senjata tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.

    Dia menuduh para pengkritik sengaja memunculkan isu kelangkaan senjata karena ingin melihat AS kalah dalam peperangan. Trump menekankan bahwa militer AS sebenarnya sedang memenangkan perang tersebut dengan mudah.

    "Orang-orang dan media yang terus-menerus mengungkit fakta bahwa kita tidak memiliki amunisi (dan mereka 100% salah!) sebenarnya berkhianat," kata Trump dalam unggahannya di Truth Social seperti dikutip The Times of India. "Mereka melakukan itu karena mereka lebih suka melihat Amerika Serikat kalah dalam perang yang dengan mudah kita menangkan daripada melihat saya menang!" lanjut dia.

  2. 2. Klaim persediaan amunisi tanpa batas dan penghentian penjualan

    Kapal militer AS di Selat Hormuz
    Kapal militer AS di Selat Hormuz (Official U.S. Navy Page from United States, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Dalam unggahan terpisahnya, Trump mengklaim bahwa persediaan amunisi milik AS berada dalam jumlah yang sangat melimpah. Dia menyatakan bahwa negara tersebut memiliki amunisi tingkat menengah hingga tinggi dalam jumlah yang praktis tidak terbatas untuk operasi saat ini maupun perang lain.

    Dilansir Anews, Trump menyampaikan bahwa AS memilih untuk menahan persenjataannya sendiri ketimbang menjualnya ke negara lain. Langkah penahanan persenjataan ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan internal militer AS.

    "Kami menimbun dan bersiap untuk segala kemungkinan yang dapat terjadi," ujar Trump seperti diberitakan Anews. Meski demikian, dia menambahkan bahwa penjualan senjata kepada negara-negara sekutu akan segera dibuka kembali.

  3. 3. Kritik terhadap bantuan Joe Biden untuk Ukraina dan NATO

    Joe Biden
    Joe Biden (The White House, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Trump juga mengarahkan kritiknya kepada pemerintahan mantan Presiden Joe Biden terkait bantuan militer yang pernah dikirimkan ke Ukraina. Dilansir The Times of India, Trump menyebut Biden telah memberikan amunisi dalam jumlah sangat besar secara gratis kepada Kyiv.

    Dia mengklaim bantuan persenjataan tanpa biaya yang disalurkan Biden ke Ukraina bahkan melebihi jumlah persenjataan yang digunakan AS dalam perang di Iran saat ini. Menurut Trump, dana bantuan persenjataan tersebut bernilai ratusan miliar dolar AS.

    "Ratusan miliar dolar diberikan kepada Ukraina dan NATO, secara cuma-cuma, yang seharusnya dibayar oleh Eropa," kata Trump yang dikutip oleh Anews. Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan meminta penggantian dana tersebut dari negara-negara Eropa meskipun dinilai sedikit terlambat.

    Laporan Anews mencatat bahwa Trump menyampaikan klaim terkait nilai bantuan tersebut tanpa memberikan bukti pendukung. Di sisi lain, para pakar sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran terkait keterbatasan pasokan senjata AS seiring berlanjutnya operasi militer di Iran

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More