Gubernur Kalteng Distribusikan Air Bersih, Kurangi Dampak Kabut Asap

- Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mendistribusikan air bersih ke kabupaten dan kota untuk membantu warga terdampak kabut asap karhutla serta kekeringan sumber air.
- BPBD mengerahkan truk tangki, tandon portabel, dan armada ke rumah warga; Pemprov juga melibatkan PDAM, swasta, serta komunitas untuk memperluas titik distribusi.
- Pemerintah memprioritaskan kebutuhan dasar dan kesehatan warga akibat sumur mengering serta kualitas air menurun, sambil mengajak ASN, relawan, dan masyarakat bergotong royong.
Jakarta, IDN Times - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mendistribusian air bersih ke seluruh kabupaten dan kota di Kalteng pada Senin (1/9/2026). Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap masyarakat.
Pendistribusian air bersih menyasar daerah yang mengalami kekeringan sumber air serta wilayah yang terdampak kabut asap cukup parah. Selain itu, beberapa daerah lain di Kalteng juga mendapatkan sebaran air bersih ini.
1. Menggaet BPBD dalam upaya penyebaran air bersih

Gubernur Kalteng distribusikan air bersih untuk warga. (Dok. Pemprov Kalteng) Truk tangki, tandon portabel, dan armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan untuk memastikan pasokan air bersih dapat menjangkau rumah-rumah warga.
“Kami tidak bisa memadamkan asap dalam satu hari. Tapi kami bisa memastikan hari ini, ibu-ibu bisa memasak, anak-anak bisa mandi, dan keluarga bisa minum air bersih,” ujar Agustiar dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
2. Kebutuhan dasar warga menjadi prioritas

Gubernur Kalteng distribusikan air bersih untuk warga. (Dok. Pemprov Kalteng) Agustiar mengatakan, dalam situasi darurat, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah. Menurut dia, dampak karhutla dan kabut asap menyebabkan sumur mengering serta menurunkan kualitas air.
“Saya titip pesan kepada semua jajaran. Kalau ada warga yang kekurangan air di tengah asap seperti sekarang, itu tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai ada yang merasa dibiarkan. Pemerintah harus hadir paling depan,” ujar dia.
Untuk memperluas jangkauan distribusi, Pemprov Kalteng juga menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), perusahaan swasta, dan komunitas. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menambah armada sekaligus memperbanyak titik distribusi air bersih.
“Kami bergerak cepat karena ini soal kesehatan. Anak kecil yang batuk, lansia yang sesak, itu tidak bisa menunggu rapat. Begitu laporan masuk, tim harus langsung jalan,” kata Agustiar.
3. Ajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong

Gubernur Kalteng distribusikan air bersih untuk warga. (Dok. Pemprov Kalteng) Agustiar menyadari penanganan karhutla merupakan tugas berat seluruh pihak, terutama petugas yang berada di lapangan. Karena itu, dia mengajak aparatur sipil negara (ASN), relawan, dan masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong selama situasi darurat berlangsung.
“Saya tahu kita semua lelah, terlebih mereka yang bertugas dalam upaya penanggulangan karhutla. Tapi percayalah, setiap tetes air yang kita distribusikan hari ini adalah bentuk cinta kita kepada sesama. Kita jaga satu sama lain,” kata dia.
Dia juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan memastikan tidak ada warga yang menghadapi dampak karhutla seorang diri.
“Pesan saya, mari kita perkuat gotong royong. ASN turun, relawan turun, masyarakat saling bantu. Insyaallah dengan kebersamaan kita akan lewati ini. Tuhan menjaga Kalteng,” ujar Agustiar.


















