Jakarta, IDN Times - Kekerasan seksual dalam keluarga dapat mengganggu tumbuh kembang anak hingga hubungan sosialnya di masa depan. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Primatia Yogi Wulandari mengatakan, pelaku yang merupakan orang terdekat dapat memanfaatkan ketimpangan kuasa terhadap anak.
“Dalam perspektif psikologi perkembangan, pelecehan seksual dalam keluarga menjadi hal yang sangat serius karena pelakunya adalah orang terdekat yang seharusnya menjadi sosok pelindung. Ketika kepercayaan itu dikhianati, yang terganggu bukan hanya emosi anak, tetapi juga proses perkembangannya,” ujarnya dikutip Rabu (12/8/2026).
