Kebakaran Pabrik Kembang Api Rusia Tewaskan 14 Orang

- Kebakaran pabrik kembang api di Desa Kubrinsk, Wilayah Yaroslavl, Rusia, pada 28 September 2026 menewaskan 14 orang dan melukai seorang pekerja perempuan.
- Api menghanguskan dua bangunan produksi; 40 mobil pemadam dan ratusan petugas dikerahkan, dengan operasi pencarian korban di reruntuhan tetap berlangsung setelah api padam.
- Komite Investigasi Rusia membuka penyelidikan pidana atas dugaan pelanggaran keselamatan kerja, sementara dugaan awal mengarah pada korsleting mesin yang menyambar penyimpanan kembang api.
Jakarta, IDN Times - Sebuah pabrik kembang api di Wilayah Yaroslavl, Rusia, mengalami kebakaran pada Senin (28/9/2026). Musibah ini mengakibatkan belasan orang meninggal dunia serta memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian.
Pemerintah setempat langsung mengerahkan personel tanggap darurat dalam jumlah besar ke tempat kejadian. Pengerahan tim ini bertujuan untuk mengendalikan situasi serta meminimalkan dampak kerusakan yang timbul.
1. Evakuasi korban jiwa dan perawatan medis
Dinas tanggap darurat mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Petugas mengidentifikasi para korban secara bertahap seusai ditemukan di bawah puing bangunan.
Selain korban tewas, seorang pekerja perempuan mengalami luka di bagian kaki. Petugas merujuknya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif dan pemantauan medis secara berkala.
Pemerintah daerah berjanji menyalurkan santunan serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
"Kami akan memberikan dukungan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan dan memastikan korban luka mendapat perawatan terbaik," ujar Gubernur Wilayah Yaroslavl, Mikhail Evrayev, dilansir Daily Sabah.
2. Ratusan petugas diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api
Kebakaran ini menghanguskan dua bangunan produksi utama di Desa Kubrinsk, dekat Kota Pereslavl-Zalessky. Lokasi pabrik berjarak sekitar 100 kilometer di utara Kota Moskow, sehingga mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.
Sebanyak 40 unit mobil pemadam dan ratusan petugas diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Petugas bekerja ekstra hati-hati lantaran sisa bahan peledak kembang api berpotensi memicu ledakan susulan.
Setelah beberapa jam, petugas berhasil memadamkan seluruh titik api. Meski demikian, tim darurat tetap bersiaga di lokasi untuk menyisir reruntuhan.
"Operasi pencarian dan penyelamatan korban di reruntuhan akan terus berjalan tanpa henti selama 24 jam," kata Gubernur Evrayev.
3. Penyelidikan pidana terkait pelanggaran keamanan
Komite Investigasi Rusia resmi membuka penyelidikan pidana atas dugaan pelanggaran prosedur keselamatan kerja. Langkah hukum ini diambil mengingat besarnya dampak kerusakan dan jatuhnya korban jiwa.
Dugaan awal menunjukkan api berasal dari korsleting listrik pada mesin pabrik yang kemudian menyambar ruang penyimpanan kembang api. Kejaksaan setempat juga memeriksa rekam jejak kepatuhan perusahaan terhadap aturan pencegahan kebakaran.
Aparat penegak hukum menyita dokumen izin operasional untuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab. Pemerintah daerah menjamin proses hukum akan berlangsung transparan.
"Penanganan sisa kebakaran terus berjalan, sementara penyebab tragedi dan pihak yang bersalah sedang kami usut tuntas," tegas Gubernur Evrayev.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)










.jpg)










