Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemen PPPA Klaim Gap Upah Perempuan Turun Jadi 20,27 Persen
Konferensi pers Kementerian PPPA di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/ Lia Hutasoit
  • Kesenjangan upah laki-laki dan perempuan diklaim turun menjadi 20,27 persen pada 2025, tetapi masih berada di kisaran 20 persen.

  • Persentase perempuan di posisi manajerial disebut meningkat menjadi 36,68 persen dari 35,49 persen.

  • Penguatan usaha perempuan mencakup legalitas dan akses pasar, karena pelatihan saja dinilai tidak cukup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan diklaim menurun dari 21,89 persen menjadi 20,27 persen. Persentase perempuan di posisi manajerial disebut naik dari 35,49 persen menjadi 36,68 persen.

Selasa (27/10/2026)

Arifah Fauzi menyampaikan klaim tersebut dalam konferensi pers di Gedung KemenPPPA, Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan diklaim menurun menjadi 20,27 persen pada 2025. Persentase perempuan di posisi manajerial juga disebut meningkat menjadi 36,68 persen.
  • Who?
    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyampaikan klaim tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung KemenPPPA, Jakarta. Contoh penguatan usaha perempuan disebut berlangsung di Yogyakarta.
  • When?
    Klaim disampaikan Selasa (27/10/2026), dengan data kesenjangan upah dan posisi manajerial untuk tahun 2025.
  • Why?
    Menurut Arifah Fauzi, perempuan membutuhkan kesempatan bekerja, penghasilan, legalitas usaha, dan akses pasar; pelatihan saja dinilai tidak cukup.
  • How?
    Penguatan dilakukan melalui bantuan legalitas usaha dan akses pasar. Di Yogyakarta, 102 perempuan mengikuti kegiatan, 10 pelaku usaha memperoleh nomor induk berusaha, dan tiga mitra pembeli terhubung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesenjangan upah laki-laki dan perempuan disebut turun menjadi 20,27 persen. Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan hal itu. Perempuan yang menjadi manajer juga bertambah. Di Yogyakarta, beberapa perempuan mendapat bantuan usaha dan akses pembeli. Sekarang, perempuan juga dibantu mendapat legalitas usaha, pekerjaan, dan penghasilan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penurunan kesenjangan upah dan kenaikan persentase perempuan di posisi manajerial menunjukkan adanya perbaikan yang diklaim dalam kesempatan kerja dan kepemimpinan. Dukungan berupa legalitas usaha serta akses pasar juga memperluas bentuk pendampingan, sehingga penguatan perempuan tidak berhenti pada pelatihan saja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan klaim bahwa kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan menurun dari 21,89 persen menjadi 20,27 persen pada 2025. Artinya, kesenjangan itu masih di kisaran 20 persen.

Klaim tersebut disampaikan dalam konferensi pers "Dua Tahun Gerak Bersama untuk Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045" di Gedung KemenPPPA, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

"Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan menurun dari 21,89 persen menjadi 20,27 persen pada tahun 2025," kata dia.

1. Manajer perempuan naik jadi 36,68 persen

Konferensi pers Kementerian PPPA di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/ Lia Hutasoit

Dia juga menyampaikan klaim persentase perempuan di posisi manajerial naik dari 35,49 persen menjadi 36,68 persen. Menurut dia, perubahan ini hasil kerja bersama banyak pihak.

"Artinya, kesempatan perempuan dalam dunia kerja dan kepemimpinan mulai menunjukkan perbaikan," ujar dia.

2. Yogyakarta jadi contoh penguatan usaha perempuan

Konferensi pers Kementerian PPPA di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/ Lia Hutasoit

Dia mencontohkan kegiatan penguatan usaha di Yogyakarta yang diikuti 102 perempuan. Dari jumlah itu, 10 pelaku usaha memperoleh nomor induk berusaha dan terjalin hubungan dengan tiga mitra pembeli.

"Ini memang baru salah satu contoh kecil, tetapi pendekatannya yang penting," kata dia.

3. Pelatihan dinilai tidak cukup

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (Dok. KemenPPPA)

Dia menyebut perempuan tidak hanya diberi pelatihan, tetapi mulai dibantu memiliki legalitas usaha dan membuka akses pasar. Menurut dia, perempuan juga membutuhkan kesempatan bekerja dan penghasilan.

"Karena bagi perempuan yang ingin mandiri, pelatihan saja tentu tidak cukup," ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article