TNI AL Peringati Sumpah Pemuda di KRI Sriwijaya, KSAL Kobarkan Semangat Pemersatu

- KSAL Muhammad Ali memperingati Sumpah Pemuda ke-98 di KRI Sriwijaya-100, Tanjung Priok, sebagai simbol persatuan dan inspirasi dari kekuatan maritim Kerajaan Sriwijaya.
- TNI AL memberi penghargaan kepada prajurit berprestasi dalam operasi, pendidikan, intelijen, dan olahraga, termasuk penggagalan penyelundupan narkotika serta evakuasi penumpang kapal terbakar.
- Empat satuan TNI AL menerima Samkaryanugraha atas operasi narkotika dan penanganan KKB; TNI AL juga menyiapkan pelatihan water bombing bagi pilot helikopter untuk membantu pemadaman karhutla.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memperingati Hari Sumpah Pemuda di atas kapal induk KRI Sriwijaya-100 yang tengah bersandar di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/10/2026). Sumpah Pemuda ke-98 itu dipilih diperingati di atas kapal induk pertama milik Indonesia, lantaran ingin menjadikan sejarah maritim Kerajaan Sriwijaya sebagai inspirasi.
Ali mengatakan, pemilihan KRI Sriwijaya-100 sebagai lokasi bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda untuk memperingati Sumpah Pemuda. Kapal induk itu juga menjadi simbol sejarah tentang kekuatan maritim yang berperan dalam menyatukan wilayah Nusantara. Dia menyebut Kerajaan Sriwijaya pada masa lalu dikenal sebagai kekuatan maritim yang memiliki pengaruh luas di kawasan Asia Tenggara.
"Kerajaan Sriwijaya ini kan dulu pemersatu Nusantara. Semangat persatuan ini tetap relevan bagi Indonesia hingga saat ini," ungkap Ali di sela acara.
Ali juga mengingatkan kekuatan angkatan laut Sriwijaya pada masa lalu turut mendukung luasnya pengaruh kerajaan tersebut. Menurutnya, sejarah itu dapat menjadi inspirasi bagi TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Dengan angkatan lautnya yang besar, dia mampu menyatukan Nusantara, bahkan sampai ke Asia Tenggara," tutur dia.
1. KSAL ikut berikan penghargaan kepada prajurit TNI AL berprestasi

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali berikan penghargaan kepada prajurit TNI AL di atas KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Tanjung Priok. (Dok. TNI AL) Peringatan Sumpah Pemuda ini juga mejadi momen untuk menganugerahkan penghargaan bagi sejumlah prajurit TNI AL berprestasi di beberapa bidang. Mulai dari bidang operasi, pendidikan, intelijen, dan olahraga. Penghargaan itu, kata Ali, diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi, profesionalisme, dedikasi dan capaian prajurit TNI yang telah mengharumkan nama TNI AL.
Penghargaan pertama di bidang operasi diberikan antara lain kepada Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskumal) Laksamana Pertama TNI Ali Ridlo, atas upayanya dalam mempertahankan dan mengamankan aset milik TNI AL melalui langkah hukum. Penghargaan juga diberikan kepada Komandan Lanal Lampung Kolonel Laut (P) Irianto Kurniawan dan Pasintel Lanal Lampung, atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan 4.364 unit narkotika jenis antomedit liquid vape di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Bakauheni pada 12 Oktober 2026.
Sementara, Sertu Marinir Rico Sumantri menerima penghargaan atas aksi evakuasi penumpang KMP Batumandi yang terbakar di perairan Merak, Banten, pada 20 Oktober 2026.
Di bidang pendidikan, penghargaan diberikan kepada tenaga pendidik dan prajurit berprestasi dari berbagai lembaga pendidikan TNI AL, termasuk Seskoal, STTAL, Akademi Angkatan Laut (AAL), Kodiklatal, dan Kodikopsla. Penghargaan tersebut mencakup kategori dosen teladan, hingga dosen terbaik, serta sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan personel TNI AL.
Di bidang intelijen, penghargaan diberikan kepada dua prajurit yang berdinas di Pussiberal atas kontribusi dalam mendukung pengungkapan berbagai upaya penyelundupan dan aktivitas ilegal melalui pemantauan, profiling dan forensik digital terhadap penyelundupan benih lobster, penambangan pasir timah ilegal, serta peredaran barang impor ilegal. Keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengamanan wilayah dan penegakan hukum sesuai tugas dan kewenangan yang berlaku.
Sementara, pada bidang olahraga, sebanyak 21 prajurit TNI AL menerima penghargaan atas prestasi di berbagai cabang, antara lain panahan, catur, pencak silat, bulu tangkis, menembak, layar, selam, lari, karate, renang, dayung, taekwondo, voli, jet ski, triathlon, atletik, tenis lapangan, tinju, dan finswimming. Capaian tersebut mencerminkan semangat juang, disiplin, dan daya saing prajurit TNI AL dalam mengharumkan nama institusi melalui prestasi olahraga.
2. Empat satuan TNI AL diberi penghargaan oleh Presiden Prabowo

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali berikan penghargaan kepada prajurit TNI AL di atas KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Tanjung Priok. (Dok. TNI AL) Selain itu, empat satuan di TNI AL mendapat penghargaan Samkaryanugraha, karena berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika dan menangani Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
"Pemberian penghargaan kepada empat satuan yaitu dua KRI dan dua Batalyon marinir. KRI-nya adalah KRI Kujang-627 dan KRI Kerambit-642 dari satuan kapal cepat Koarmada I. Kemudian, Batalyon 4 Marinir dan Batalyon 10 Marinir," ungkap Ali.
Ia menjelaskan dua satuan KRI mendapat penghargaan karena berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar di Selat Malaka beberapa waktu lalu. Sementara, dua Yonif Marinir diberi penghargaan karena berhasil merebut markas, senjata dan menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ketika bertugas di Papua.
Ali berharap dengan adanya pemberian penghargaan itu, prajurit TNI AL lain termotivasi untuk mencetak prestasi dalam penugasan.
3. KSAL singgung rencana pelatihan bagi para pilot helikopter dari Puspenerbal

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali berikan penghargaan kepada prajurit TNI AL di atas KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Tanjung Priok. (Dok. TNI AL) Di forum tersebut, Ali turut mengungkap rencana TNI Angkatan Laut (AL) untuk melatih para pilot helikopter dari Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal), untuk melakukan operasi water bombing agar bisa dikerahkan dalam pemadaman karhutla.
"Kami melatih penerbang heli TNI AL untuk membawa water bucket juga. Jadi, bukan hanya heli-heli Angkatan Udara, tapi juga heli-heli Angkatan Laut juga bisa membantu (memadamkan karhutla)," ungkap Ali.
Ia mengatakan TNI AL perlu ikut dilibatkan dalam penanganan karhutla, agar proses pemadaman titik api di sejumlah lokasi bisa lebih maksimal. Ali juga menyebut TNI AL memiliki beberapa helikopter memadai yang dapat dikerahkan untuk menjalankan operasi water bombing atau pemantauan titik api dari udara.






















