Jakarta, IDN Times - Plt. Sekretaris Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek), Badri Munir Sukoco, mengatakan, rencana penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dianggap tidak relevan merupakan opsi terakhir usai evaluasi menyeluruh standar mutu dan keberlanjutan akademik yang memadai.
"Kemdikti Saintek menegaskan bahwa penutupan program studi bukanlah pilihan utama. Penutupan hanya menjadi opsi terakhir apabila suatu program studi berdasarkan evaluasi menyeluruh tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai dan tidak dapat lagi dikembangkan melalui langkah-langkah pembinaan atau transformasi,” ujar dia, dikutip Selasa (28/4/2026).
