Sempat Jadi Minoritas Dilindungi, Ukraina Resmi Hapus Bahasa Rusia

- Presiden Volodymyr Zelenskyy resmi menghapus bahasa Rusia dari daftar bahasa minoritas yang dilindungi untuk memperkuat posisi bahasa Ukraina sebagai bahasa nasional.
- Pemerintah Ukraina menilai bahasa Rusia tak layak dilindungi karena berasal dari negara agresor, sementara Rusia mendesak pengembalian hak penutur bahasa Rusia sebagai syarat perdamaian.
- Jumlah penutur bahasa Rusia di Ukraina terus menurun sejak invasi 2022, terutama di wilayah timur dan selatan yang sebelumnya banyak menggunakan bahasa tersebut.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Sabtu (13/6/2026), resmi menghapus bahasa Rusia dalam daftar bahasa minoritas yang dilindungi. Langkah ini disebut untuk melindungi bahasa Ukraina sebagai bahasa nasional.
Selama ini, Rusia dan Ukraina terlibat perselisihan terkait penggunaan bahasa Rusia. Moskow menuding Kiev sengaja melarang penggunaan bahasa Rusia di negaranya yang dituturkan oleh minoritas Rusia.
1. Sebut bahasa negara agresor tidak layak dituturkan di Ukraina
.jpg)
Kepala Parlemen Ukraina, Ruslan Stefanchuk mengatakan bahwa kebijakan ini penitng untuk melindungi bahasa Ukraina. Menurutnya, perlindungan tidak layak diterapkan kepada bahasa dari negara agresor.
“Ukraina tetap berkomitmen pada perlindungan keragaman bahasa dan budaya. Namun langkah ini penting untuk menghalangi pengaruh imperialisme Rusia. Keputusan ini untuk harga diri, keadilan, dan perlindungan bahasa Ukraina,” terangnya, dikutip dari United24.
Dengan ini, Ukraina resmi menghapus bahasa Rusia dari Piagam Eropa untuk Bahasa Minoritas dan Regional. Meski tidak dilarang, tapi negara tidak mewajibkan untuk menyediakan dukungan untuk pendidikan bahasa Rusia.
2. Rusia desak Ukraina kembalikan hak penutur bahasa Rusia

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mendesak mengembalikan hak-hak bagi penutur bahasa Rusia di Ukraina. Menurutnya, kebijakan itu harus masuk dan menjadi syarat untuk perdamaian antara kedua negara.
“Prioritas utama adalah perlindungan dan dukungan kepada penutur asli bahasa Rusia. Kami akan melanjutkan penolakan terhadap manifestasi diskriminasi bahasa dan Russophobia di Ukraina,” tuturnya, dilansir TVP World.
3. Penutur bahasa Rusia di Ukraina berkurang

Dalam beberapa tahun terakhir, penutur bahasa Rusia di seluruh Ukraina terus berkurang imbas invasi Rusia. Sementara, masalah diskriminasi bahasa ini telah menjadi salah satu justifikasi invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Dilansir The Brussels Times, sebelum invasi Rusia ke Ukraina, hampir satu per tiga penduduk Ukraina menuturkan bahasa Rusia. Para penutur bahasa Rusia umumnya tinggal di bagian timur dan selatan Ukraina yang berbatasan dengan Rusia.

















