Jakarta, IDN Times - Staf Khusus Menteri Pertahanan bidang kedaulatan negara, Lenis Kogoya, mengultimatum Organisasi Papua Merdeka (OPM) agar segera menghentikan segala bentuk tindak kekerasan terhadap warga sipil. Pernyataan itu ditujukan kepada juru bicara OPM, Sebby Sambom dan seluruh pasukannya di Tanah Papua.
Terbaru, OPM melepaskan tembakan saat perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) pada Jumat, 8 Agustus 2026. Akibatnya dua orang terluka. Selain itu, ada pula tiga warga sipil yang dieksekusi dengan cara kejam di Yahukimo. Bahkan, momen mereka dieksekusi direkam dan disebarkan di media sosial.
"Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan hingga pembunuhan eksekusi mati antar warga sipil, guru, misionaris dan penginjil terus terjadi. Bahkan, mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar," ungkap Lenis dalam keterangan, Rabu (12/8/2026).
Ia juga meminta agar OPM segera hengkang dari Wamena supaya puncak peringatan HUT ke-81 tidak diganggu. "Segera keluar dari ibu kota Wamena dan sekitarnya, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat serta persiapan peringatan HUT ke-81 RI," katanya.
