Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan di Ruteng dan Aeramo Pascagempa
Kemenkes RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Uni Lubis)
  • Kemenkes mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng, Manggarai, dan RSUD Aeramo, Nagekeo, untuk menjaga akses layanan medis setelah gempa magnitudo 7,7 merusak fasilitas kesehatan.
  • Tim EMT Komposit Nagekeo berkoordinasi dengan RSUD Aeramo dan memantau kerusakan ruang perawatan demi keamanan pasien serta staf; rumah sakit tersebut membutuhkan tambahan tenda.
  • Kemenkes mengerahkan dokter spesialis, perawat, logistik medis, serta dukungan tim RSUD Ende, sambil terus memantau kebutuhan bersama pemerintah daerah untuk pemulihan fasilitas kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
15 Agustus 2026

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 melanda Nusa Tenggara Timur dan merusak fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo.

18 Agustus 2026

Tim EMT Komposit Nagekeo berkoordinasi dengan Direktur RSUD Aeramo mengenai operasional RS Lapangan. Tim memantau kerusakan ruang perawatan, sementara RSUD Aeramo membutuhkan tambahan tenda.

Saat ini

Kemenkes tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo untuk menjaga layanan medis bagi warga terdampak gempa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemenkes RI mendirikan dua rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo untuk menjaga pelayanan medis serta mendukung pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak akibat gempa magnitudo 7,7.
  • Who?
    Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan, Tim Emergency Medical Team Komposit Nagekeo, tenaga medis dari sejumlah rumah sakit, serta petugas IPRS terlibat dalam respons ini.
  • Where?
    RS lapangan didirikan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Tim EMT Komposit Nagekeo berkoordinasi dengan Direktur RSUD Aeramo pada Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Why?
    RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga pelayanan kesehatan aman bagi masyarakat terdampak perlu didukung. RSUD Aeramo juga membutuhkan tambahan tenda.
  • How?
    Kemenkes mengaktifkan HEOC, mengirim tenaga spesialis dan logistik medis, memantau kerusakan ruang perawatan, serta menyiagakan tim RSUD Ende untuk mendukung RSUD Aeramo bila kebutuhan meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kemenkes sedang membuat dua rumah sakit tenda di Ruteng dan Aeramo setelah gempa besar di NTT. Rumah sakit di sana rusak, jadi orang sakit tetap bisa ditolong dengan aman. Dokter dan perawat datang membantu. RSUD Aeramo masih butuh tenda tambahan. Kemenkes terus melihat keadaan dan membawa masker, infus, serta sarung tangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat Kemenkes menunjukkan upaya terarah untuk menjaga layanan kesehatan tetap tersedia dan aman bagi warga terdampak gempa. Pendirian dua RS Lapangan, keterlibatan dokter spesialis, pemantauan kerusakan, serta dukungan logistik dan tim cadangan mencerminkan koordinasi yang memperkuat kapasitas pelayanan selama fasilitas setempat dipulihkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Pendirian fasilitas darurat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pelayanan medis sekaligus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu silam (15/8/2026).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan, pengiriman dan pendirian RS Lapangan tersebut merupakan langkah cepat dari aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) guna merespons kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak gempa.

"Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan," ujar Agus di Kab. Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

1. RSUD Aeramo sangat membutuhkan tambahan tenda

Kemenkes RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

Sebagai tindak lanjut di lapangan, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo pada Selasa (18/8/2026) telah berkoordinasi dengan Direktur RSUD Aeramo terkait operasional RS Lapangan.

"Tim juga bekerja sama dengan petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) untuk memantau kondisi kerusakan ruang perawatan secara menyeluruh guna menjamin keamanan staf dan pasien. Berdasarkan hasil koordinasi sementara, RSUD Aeramo sangat membutuhkan tambahan tenda untuk menunjang RS Lapangan tersebut," kata Agus.

2. Kemenkes terjunkan dokter spesialis

Kemenkes RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

Untuk memperkuat pelayanan medis, tim yang dikerahkan mencakup tenaga kesehatan dengan berbagai kompetensi. Tim ini terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat spesifik (IGD, anestesi, dan kamar operasi).

"Tenaga medis ini dikumpulkan dari Tim Utama yang melibatkan unsur kesehatan dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, dan RS Ben Mboi Kupang, dengan dukungan Tim Back Up dari RS Kariadi," kata dia.

3. Kemenkes akan terus memantau

Kemenkes RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

Selain di Nagekeo, tim medis yang ditugaskan ke RSUD Ende juga disiagakan untuk mem-backup operasional di RSUD Aeramo apabila terjadi lonjakan kebutuhan akibat dampak lanjutan gempa.

Dalam pelaksanaan respons medis ini, Tim EMT turut membawa sejumlah dukungan logistik prioritas, antara lain vaksin dari Bio Farma, satu unit emergency kit, 2.000 buah masker, 1.000 kantong infus HS NS, dan 400 pasang sarung tangan medis.

"Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengidentifikasi kebutuhan lanjutan bersama pemerintah daerah, demi mempercepat pemulihan fungsi fasilitas kesehatan di seluruh wilayah terdampak," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article