Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemhan Hapus Kegiatan Lapangan Siang di Latihan Militer Calon Manajer Kopdes
Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Kementerian Pertahanan menyesuaikan format latihan dasar SPPI dengan menghapus kegiatan lapangan siang hari dan fokus pada pembinaan disiplin melalui baris-berbaris, upacara, serta penghormatan militer.
  • Sebanyak 229 peserta perempuan mengikuti pelatihan di Pusdikkes TNI AD dengan jadwal padat dari pukul 04.30 hingga 21.00 WIB, mencakup ibadah, senam pagi, belajar kelas, dan apel malam.
  • Dua peserta hamil delapan minggu tetap mengikuti pelatihan dengan pengawasan bidan dan penyesuaian aktivitas agar aman bagi kehamilan mereka hingga program selesai pertengahan Juli 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
30 Juni 2026

Letkol Ckm Said Jauhari menjelaskan di Pusdikkes TNI AD bahwa Kemhan menghapus latihan fisik lapangan siang hari dalam Latsar Kopdes untuk menghindari cuaca panas. Latihan baris berbaris kini dilakukan pagi dan sore.

16 Juli 2026

Latihan pembekalan bela negara dan manajerial dijadwalkan berakhir pada tanggal ini di Pusdikkes Pusat Kesehatan TNI AD.

17 Juli 2026

Peserta akan mulai menerima materi pengelolaan koperasi yang berlangsung selama 15 hari setelah tahap pembekalan bela negara selesai.

kini

Sebanyak 229 peserta perempuan, termasuk dua peserta hamil delapan minggu, tengah menjalani pendidikan di Pusdikkes TNI AD dengan jadwal kegiatan dari pukul 04.30 hingga 21.00 WIB setiap hari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Pertahanan mengubah format latihan dasar militer bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia dengan menghapus kegiatan lapangan siang hari dan menyesuaikan jadwal latihan untuk menghindari cuaca panas.
  • Who?
    Perubahan disampaikan oleh Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari dari Pusat Kesehatan TNI AD, serta Komandan Pusdikkes Kolonel Ckm Dr. dr. Shohibul Hilmi yang menangani peserta, termasuk dua peserta hamil asal Riau.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Pusat Kesehatan TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 30 Juni 2026. Pendidikan telah berjalan tiga pekan dan dijadwalkan berlanjut hingga 16 Juli 2026 sebelum dilanjutkan pelatihan manajerial mulai 17 Juli 2026.
  • Why?
    Penghapusan kegiatan lapangan siang dilakukan untuk melindungi peserta dari paparan panas ekstrem serta menyesuaikan fokus pendidikan menjadi pembekalan bela negara dan manajerial bagi calon pengelola koperasi desa.
  • How?
    Kegiatan fisik kini hanya berupa latihan baris berbaris pagi dan sore. Peserta mengikuti rutinitas harian dari pukul 04.30 hingga 21.00 WIB dengan pengawasan ketat, sementara dua peserta hamil mendapat pendampingan medis khusus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kementerian Pertahanan mengubah latihan untuk calon pengelola koperasi supaya tidak terlalu capek di panas siang hari. Sekarang mereka latihan baris pagi dan sore saja. Ada 229 peserta perempuan, dua di antaranya sedang hamil tapi tetap ikut belajar. Mereka dijaga bidan dan sehat semua. Latihan masih terus berjalan sampai selesai nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perubahan format latihan dasar oleh Kementerian Pertahanan menunjukkan perhatian besar terhadap kesejahteraan peserta, terutama dengan meniadakan kegiatan fisik di siang hari untuk menghindari cuaca panas. Pendekatan ini mencerminkan keseimbangan antara disiplin dan keselamatan, termasuk perlakuan khusus bagi peserta hamil yang tetap dapat belajar dengan aman berkat pengawasan tenaga kesehatan profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengubah format pendidikan latihan dasar militer bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan menjadi calon manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Salah satu penyesuaian yang dilakukan yakni menghapus latihan fisik lapangan di siang hari. Latihan fisik yang tersisa untuk dilakukan hanya berupa latihan baris berbaris atau PBB.

Komandan Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari mengatakan, penghapusan latihan fisik lapangan di siang hari untuk menghindari cuaca panas bagi peserta. "PBB (latihan baris berbaris) ada teori dan praktik. Karena perubahan ini, praktiknya dilakukan pada pagi dan sore hari sehingga menghindari sengatan panas," ungkap Said di Pusdikkes Pusat Kesehatan TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026).

Lantaran hal itu, penjelasan teori mengenai aktivitas baris berbaris disampaikan di dalam kelas. Dengan begitu, baris berbaris bisa dilakukan dengan lebih kompak.

Hal lain yang dilakukan sebagai bentuk penyesuaian yakni menghapus segala aktivitas mengenai militer taktis. Kegiatan yang dilakukan di lapangan hanya ditujukan untuk membina disiplin.

"Contohnya dengan PBB, tata upacara militer, dan penghormatan militer. Itu dilakukan untuk melatih kekompakan dan kedisiplinan mereka," katanya.

Perubahan format latihan itu dilakukan sesuai dengan perubahan nama kegiatan yakni pembekalan bela negara dan manajerial. Berdasarkan keterangan Said, ada 229 peserta yang digembleng di Pusdikkes Pusat Kesehatan AD.

Semua peserta itu merupakan perempuan. Sebanyak 48 peserta di antaranya sudah menikah. Pendidikan yang berjalan di Pusdikkas Pusat Kesehatan TNI AD sudah berlangsung selama tiga pekan.

1. Kegiatan peserta SPPI setiap hari dimulai pukul 04.30 hingga 21.00 WIB

Komandan Satdik Pusdikkes Puskesad, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari (kedua dari kiri) ketika memberikan keterangan. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, ketika IDN Times tanyakan soal rutinitas peserta setiap harinya di Pusdikkes Pusat Kesehatan AD, Said menjelaskan, kegiatan dimulai pukul 04.30 WIB dan berakhir pukul 21.00 WIB. Kegiatan pertama selalu diawali ibadah.

"Kemudian mereka kembali ke barak melakukan pembersihan, persiapan mandi dan sebagainya sampai jam 05.30 WIB. Pukul 05.30 mereka menuju ruang makan untuk sarapan. Selesai makan pagi, jam 06.00 WIB kami kumpulkan lagi di lapangan untuk senam pagi," kata perwira menengah di TNI AD itu.

Ia menggarisbawahi senam pagi sebelum melakukan aktivitas sehari-hari penting untuk dilakukan supaya kebugaran ratusan peserta terbina. Kemudian, mereka siap untuk belajar.

Lalu, pukul 06.30 WIB dilakukan apel pagi. Pada pukul 07.00 WIB mereka sudah masuk ke kelas untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran sampai pukul 17.00 WIB.

Ketika ruang barak kosong, para pelatih akan memeriksa keadaan tempat tidur peserta. Bila ditemukan peserta yang tidak rapi maka akan diminta untuk dirapikan.

"Pukul 17.00 mereka kembali ke barak dan melakukan pembersihan. Kemudian, apel malam pada pukul 19.30 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Mereka kemudian bisa beristirahat," tutur dia memaparkan.

Meski begitu, ada pula peserta yang memanfaatkan waktu istirahatnya dengan mencuci pakaian. Pelatih akan mengecek kondisi barak pada pukul 22.00 WIB.

"Saat itu kami pastikan mereka sudah istirahat total dan tidak ada lagi aktivitas di barak," imbuhnya.

2. Dua peserta hamil memutuskan untuk ikut tetap latihan dasar

Dua siswi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tetap ikut latihan bela negara di Pusat Pendidikan Pusat Kesehatan TNI AD Kramat Jati. (IDN Times/Santi Dewi)

Di Pusdikkes Pusat Kesehatan TNI AD ada dua peserta dalam keadaan hamil delapan minggu. Keduanya berasal dari Riau dan diketahui bernama Wahyuni Fitri dan Berlianti Hasibuan. Menurut Komandan Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kolonel Ckm Dr. dr. Shohibul Hilmi, kondisi kehamilan keduanya sudah diketahui sebelum mereka masuk ke Pusdikkes Puskesad. Keduanya pun diberikan perlakuan khusus agar kehamilannya tidak terganggu.

"Kami sudah beri tanda khusus dan kami sampaikan kepada kedua peserta ini bahwa personel kesehatan dengan kualifikasi bidan melekat ke mereka," ungkap Shohibul di lokasi yang sama.

Tanda yang dimaksud berupa kain warna biru dongker yang diikatkan ke lengan kanan. Sehingga dari kejauhan sudah terlihat peserta yang dalam kondisi hamil.

Bidan, kata Shohibul, terus memantau perkembangan mereka. "Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada keluhan. Mereka bisa mengikuti kegiatan dengan aman dan lancar," tutur dia.

Ketika ditanyakan apakah kebutuhan gizi terpenuhi selama mengikuti pendidikan di Pusdikkes Puskesad, Shohibul menyebut gizi terpenuhi dan dalam keadaan baik.

"Mereka didampingi rutin tiap minggu dan diberikan kesempatan kontrol ke dokter spesialis kandungan. Di sana sudah mendapatkan suplemen-suplemen untuk kebaikan kandungan," imbuhnya.

3. Dua peserta hamil memilih tetap ikut pendidikan latsar karena ingin lulus

Dua siswi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tetap ikut latihan bela negara di Pusat Pendidikan Pusat Kesehatan TNI AD Kramat Jati. (IDN Times/Santi Dewi)

Salah satu peserta yang tengah hamil, Wahyuni Fitri, memilih tetap bertahan dan ikut latihan dasar karena sudah melewati serangkaian tes untuk bisa mendapatkan pekerjaan sebagai calon pengelola koperasi. Keduanya menjalani penggemblengan di Pusat Pendidikan Pusat Kesehatan TNI di area Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kami kan sudah menjalani tes beberapa tahap. Kemarin itu kan kami sudah dinyatakan lulus. Kalau sudah dinyatakan lulus kan tinggal mengikuti latsarmil, makanya kami tetap mengikuti latsarmil ini," kata Wahyuni ketika menjawab pertanyaan IDN Times.

Sebelumnya, Wahyuni juga melewati tes mental ideologi, kesehatan dan CAT. Perempuan asal Riau itu mengaku sudah tahu kondisi kehamilannya sebelum masuk latsarmil. Lantaran hal tersebut, komandan satuan di Pusdikkes Puskesad memberikan perlakuan khusus dalam aktivitasnya selama satu bulan berada di sana.

"Kami tidak diikutkan kegiatan di lapangan. Namun, kami tetap belajar seperti rekan-rekan biasa," kata dia.

Latihan pembekalan bela negara dan manajerial akan berlangsung hingga 16 Juli 2026. Setelah itu, mereka akan mendapat materi mengenai pengelolaan koperasi mulai 17 Juli dan berlangsung selama 15 hari.

Editorial Team

Related Article