Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengubah format pendidikan latihan dasar militer bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan menjadi calon manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Salah satu penyesuaian yang dilakukan yakni menghapus latihan fisik lapangan di siang hari. Latihan fisik yang tersisa untuk dilakukan hanya berupa latihan baris berbaris atau PBB.
Komandan Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari mengatakan, penghapusan latihan fisik lapangan di siang hari untuk menghindari cuaca panas bagi peserta. "PBB (latihan baris berbaris) ada teori dan praktik. Karena perubahan ini, praktiknya dilakukan pada pagi dan sore hari sehingga menghindari sengatan panas," ungkap Said di Pusdikkes Pusat Kesehatan TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026).
Lantaran hal itu, penjelasan teori mengenai aktivitas baris berbaris disampaikan di dalam kelas. Dengan begitu, baris berbaris bisa dilakukan dengan lebih kompak.
Hal lain yang dilakukan sebagai bentuk penyesuaian yakni menghapus segala aktivitas mengenai militer taktis. Kegiatan yang dilakukan di lapangan hanya ditujukan untuk membina disiplin.
"Contohnya dengan PBB, tata upacara militer, dan penghormatan militer. Itu dilakukan untuk melatih kekompakan dan kedisiplinan mereka," katanya.
Perubahan format latihan itu dilakukan sesuai dengan perubahan nama kegiatan yakni pembekalan bela negara dan manajerial. Berdasarkan keterangan Said, ada 229 peserta yang digembleng di Pusdikkes Pusat Kesehatan AD.
Semua peserta itu merupakan perempuan. Sebanyak 48 peserta di antaranya sudah menikah. Pendidikan yang berjalan di Pusdikkas Pusat Kesehatan TNI AD sudah berlangsung selama tiga pekan.
