- Anisa Muyassaroh meninggal pada Kamis, 18 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur
- Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada Rabu, 17 Juni 2026 dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan
- Novia Rahmadhani Sihotang meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta
- Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Yon Parako 465
- Nola Dya Sari meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 malam dari Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara, Kalimantan
Prabowo Disebut Sudah Tahu 5 Calon Manajer Kopdes Wafat saat Latsar

- Presiden Prabowo telah mengetahui lima peserta SPPI meninggal saat latsar militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, menurut Wamensesneg Juri Ardiantoro.
- Latsar bertujuan membentuk calon manajer kopdes yang punya keterampilan manajerial dan komitmen kebangsaan, dengan pembekalan mental serta ideologi kebangsaan.
- Pemerintah tetap melanjutkan latsar sambil melakukan evaluasi dan mitigasi agar kejadian meninggalnya lima peserta tidak terulang di masa mendatang.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengatakan, Presiden Prabowo sudah mengetahui ada lima orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar (latsar) militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo mengikuti masalah tersebut.
"Ya, sudah (tahu), Pak Presiden mengikuti," ujar Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2026).
1. Latsar buat calon manajer kopdes punya banyak keterampilan

Juri mengatakan, latsar dibuat bertujuan agar calon manajer kopdes memilki berbagai keterampilan, salah satunya memiliki komitmen kebangsaan.
"Karena kan memang manajer ini dibekali bukan hanya keterampilan manajerial di dalam mengelola Koperasi Merah Putih, tetapi juga memang pembekalan untuk menjadi manajer-manajer yang betul-betul memahami dan memiliki komitmen kuat untuk kebangsaan ya," kata Juri.
"Jadi, latihan-latihan yang sifatnya pembekalan pada mental ideologi itu yang juga diberikan kepada mereka. Jadi semuanya tetap berjalan tetapi diperbaiki, dievaluasi supaya lebih baik," sambungnya.
2. Latsar jalan terus

Juri mengatakan, latsar militer untuk calon manajer kopdes terus berjalan meski diklaim ada evaluasi. Menurut dia, pemerintah juga berusaha memitigasi adanya korban selanjutnya.
"Ya, evaluasi itu atau perbaikan-perbaikan itu terus, ya, dilakukan, tapi intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi apa namanya, masalah seperti yang sudah terjadi, meninggalnya lima orang itu tadi. Jadi insyaallah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban," ujar dia.
3. Identitas lima calon manajer kopdes yang wafat

Berikut identitas lima calon manajer Kopdes yang wafat saat mengikuti latsar militer:


















