Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kepala BIN Tanggapi Ancaman BEM SI soal Reformasi Jilid II

Kepala BIN Tanggapi Ancaman BEM SI soal Reformasi Jilid II
Ketua DPR, Puan Maharani menyalami Herindra usai fit and proper test sebagai calon kepala BIN. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kepala BIN Muhammad Herindra menanggapi ancaman BEM SI yang akan menggelar Reformasi Jilid II jika pemerintah gagal memperbaiki kondisi ekonomi nasional.
  • Herindra menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika ekonomi serta menghindari tindakan yang bisa memecah belah masyarakat.
  • BEM SI Jawa Tengah memberi ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah, dengan ancaman aksi Reformasi Jilid II bila tuntutan tak dipenuhi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra menanggapi ancaman Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) yang akan menggelar Reformasi Jilid II apabila pemerintah gagal memenuhi tuntutan untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

Herindra menegaskan pentingnya semua elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai dinamika ekonomi saat ini.

"Ah yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan," kata Herindra di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Namun, ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat mengedepankan kepentingan nasional dan menghindari tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," kata dia.

Sebelumnya, BEM SI Jawa Tengah memberi ultimatum berupa tenggat waktu selama 18 hari kepada pemerintah, untuk memperbaiki nilai tukar rupiah.

Tuntutan tersebut disampaikan saat mereka demonstrasi di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah. Mahasiswa menegaskan, jika ultimatum tersebut tidak diakomodasi pemerintah, maka akan ada demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid II.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bahkan sempat menyentuh angka psikologisnya pada level 18.000. Namun, rupiah kembali menguat tipis terhadap dolar AS sejak Rabu (10/6/2026) karena dipicu oleh sentimen kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin yang diumumkan sehari sebelumnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More