Kisah Dibalik 4 Emas SEA Games Atlet Dayung Yuda, Hampir Mengubur Mimpi

- Kondisi fisik terancam dicoret dari skuad pelatnas
- Yuda borong 4 emas di nomor Dragon Boat setelah pemulihan intensif
- Rekor sempurna Yuda Firmansyah dan prestasi gemilang sang adik
Bogor, IDN Times – Dunia olahraga dayung Indonesia baru saja mencatatkan kisah heroik dari salah satu putra terbaik asal Kota Hujan, Yuda Firmansyah. Atlet kebanggaan warga Bogor ini sukses mengharumkan nama bangsa setelah menyapu bersih empat medali emas di ajang SEA Games Thailand. Namun, di balik kejayaannya, terselip perjuangan menyakitkan saat ia harus berjuang melawan cedera parah yang hampir mengubur mimpinya.
Ujian terberat Yuda datang justru saat waktu pertandingan sudah di depan mata. Pada September hingga Oktober 2025, ia mengalami cedera pinggang yang sangat serius. Kondisi ini menjadi titik terendah dalam karier atletnya, karena bukan hanya menghambat latihan, tetapi juga membuatnya kesulitan untuk berjalan.
“Waktu itu benar-benar tidak bisa latihan sama sekali. Jalan saja sakit. Sempat kepikiran, apa masih bisa ikut SEA Games,” kenang Yuda saat diwawancarai di Kota Bogor, Senin (5/1/2026).
1. Terancam dicoret dari skuad pelatnas

Kondisi fisik yang tumbang membuat posisi Yuda di tim nasional sempat berada di ujung tanduk. Seleksi atlet untuk SEA Games di Pelatnas sangat bergantung pada rekapitulasi latihan harian. Tanpa catatan latihan karena cedera, Yuda hampir kehilangan kesempatan untuk berangkat ke Thailand.
Beruntung, dukungan keluarga menjadi kekuatan utama baginya. Dengan tekad baja, ia menjalani pemulihan intensif demi mengejar ketertinggalan performa dalam waktu yang sangat singkat.
2. Borong 4 emas di nomor Dragon Boat

Setelah bangkit dari masa sulit, Yuda menunjukkan kelasnya sebagai pedayung elite. Turun di nomor dragon boat, ia menyapu bersih medali emas di empat nomor berbeda sekaligus: kategori 12 pendayung putra (jarak 200m dan 500m) serta kategori 22 pendayung campuran (jarak 200m dan 500m).
Bagi Yuda, kekompakan tim adalah kunci utama di atas air.
“Harus benar-benar sinkron. Kalau tidak kompak, pasti kelihatan di perahu. Alhamdulillah, bisa turun di empat nomor dan semuanya emas,” ungkapnya.
3. Rekor sempurna dan prestasi gemilang sang adik

Kemenangan di Thailand memperpanjang rekor gila Yuda Firmansyah. Sejak pertama kali mengenal dayung di kelas 2 SMP, ia selalu sukses membawa pulang emas dalam empat edisi SEA Games berturut-turut (Filipina, Vietnam, Kamboja, dan Thailand).
Kebahagiaan atlet Bogor ini makin lengkap karena sang adik, Ikballana Ikhsan, juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih tiga medali emas pada debut perdananya di SEA Games.

















