Kala Seskab Teddy Tetap Ikut Pendidikan Seskoad Saat Dampingi Presiden

- Letkol Teddy Indra Wijaya tetap mengikuti pendidikan reguler ke-67 Seskoad secara daring meski tengah mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan kerja ke luar negeri.
- KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, karakter kepemimpinan, dan komunikasi publik bagi para perwira siswa Seskoad.
- Pendidikan Seskoad yang dijalani Teddy menjadi syarat penting untuk kenaikan pangkatnya ke tingkat kolonel sesuai aturan baru TNI tentang jenjang karier perwira.
Jakarta, IDN Times - Kesibukannya mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke sejumlah negara tak membuat Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya lupa pada tugas belajarnya di Sesko TNI Angkatan Darat (Seskoad). Teranyar, ia terlihat mengikuti pendidikan Seskoad secara daring pada Selasa (24/2/2026) di tengah-tengah kunjungan Prabowo di London, Inggris. Jam tidurnya terpaksa berkurang karena pendidikan Seskoad dimulai pukul 09.00 WIB atau pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
Agenda pendidikan di Seskoad pada Selasa kemarin yakni mendengarkan kuliah umum dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak yang mengambil tema 'Menajamkan Critical Thinking dan Karakter Pemimpin TNI AD Masa Depan.'
Dikutip dari akun media sosial Seskoad, kegiatan pendidikan diikuti oleh 271 perwira siswa. Sebanyak 262 orang hadir secara tatap muka. Sedangkan, sembilan orang lainnya mengikuti secara daring, termasuk Teddy yang sedang berada di London.
"KSAD menekan pentingnya menyiapkan generasi perwira yang mampu berpikir kritis, visioner dan adaptif dalam menghadapi geopolitik dunia," demikian yang tertulis di akun media sosial Seskoad dan dikutip pada Rabu (25/2/2026).
Maruli juga mengharapkan Seskoad bisa menjadi kawah candradimuka yang menajamkan kemampuan critical thinking melalui tahapan ide, riset, diskusi, presentasi hingga eksekusi guna merumuskan cara bertindak yang terbaik.
1. KSAD ingatkan pentingnya jaga kemampuan dasar keprajuritan

Maruli juga mengingatkan di dalam kuliah umumnya bagi para prajurit untuk menjaga kemampuan dasar keprajuritan, memperbanyak literasi, memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan komunikasi publik agar mampu menjelaskan kebijakan dan program pemerintah secara tepat kepada masyarakat.
"KSAD berharap para perwira siswa Seskoad mampu menjadi pemimpin visioner yang berkarakter kuat, berintegritas dan mampu membawa organisasi TNI AD semakin adaptif serta relevan dalam menghadapi tantangan masa depan," ujar Donny di dalam keterangan tertulis pada Rabu (25/2/2026).
2. Teddy tetap bisa mengikuti Seskoad secara daring dan bertugas sebagai Seskab

Teddy sendiri mulai mengikuti pendidikan reguler Seskoad sejak awal Februari 2026 lalu. Ia merupakan angkatan ke-67 bersama teman-teman satu angkatannya. Namun, mayoritas teman-teman satu angkatannya masih berpangkat Mayor.
Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, ia membenarkan Teddy saat ini sedang mengikuti pendidikan reguler ke-67 Seskoad. Namun, metode pembelajarannya tidak hanya tatap muka, tetapi memungkinkan diikuti secara daring.
"Kami sampaikan bahwa benar Letkol Inf Teddy Indra Wijaya saat ini sedang mengikuti Dikreg LXVII Seskoad. Pendidikan dilakukan dengan metode tatap muka dan daring, menyesuaikan pengembangan pendidikan, dinamika tugas dan kebutuhan organisasi," ujar Donny pada Jumat (7/2/2026).
Teddy sendiri diketahui masih menjabat sebagai Sekretaris Kabinet ketika menjalani pendidikan reguler Seskoad. Sedangkan, pendidikan itu dijalani selama enam bulan dan berlokasi di Bandung.
Di dalam unggahan di media sosial terlihat Teddy sejak subuh berada di Bandung. Namun, sore harinya ia telah berada di Jakarta untuk menjalankan tugas sebagai Seskab.
3. Teddy ikut pendidikan Seskoad demi penuhi syarat kenaikan pangkat

Analis militer dan keamanan dari Universitas Nasional, Selamat Ginting menilai langkah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengikuti program reguler ke-67 Sesko TNI Angkatan (AD), lantaran merupakan syarat untuk kenaikan pangkat militer di masa depan.
Sebab, kata Selamat, salah satu syarat bagi Teddy bisa mendapat kenaikan pangkat menjadi perwira menengah kolonel, yakni harus mengikuti pendidikan Sesko TNI AD. Sementara, Teddy sebelumnya sudah mendapat kenaikan pangkat menjadi letnan kolonel pada 2025 meski belum mengikuti Sesko AD.
Bila Teddy tidak mengikuti Seskoad maka dia akan terbentur menjadi kolonel untuk masa waktu sesuai aturan yang baru 2025," ujar Selamat ketika dihubungi IDN Times melalui telepon, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan aturan baru dari Panglima TNI, seorang prajurit harus melewati masa dinas selama 17 tahun pasca pendidikan Seskoad untuk meraih pangkat kolonel. Tanpa pendidikan Seskoad, maka masa dinas yang ditempuh lebih lama untuk diangkat menjadi kolonel yakni 24 tahun.
Dalam kasus Teddy, dia baru bisa naik level nanti pada 2028 karena dia merupakan lulusan Akademi Militer 2011," katanya.
Lebih lanjut, kata Selamat, pendidikan Seskoad memiliki jadwal yang padat. Agendanya dilakukan selama lima hari dalam sepekan di Bandung. Sedangkan, Teddy tidak mengambil cuti dari kegiatannya di Sekretariat Kabinet.
Itu sebabnya, Selamat menilai tidak wajar ketika dalam pendidikan ke-67 Seskoad ini juga tersedia pembelajaran dengan format daring, meskipun pendidikan di Seskoad pernah dilakukan secara daring ketika pandemik COVID-19 melanda Tanah Air.














