Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komisaris PT KAI: Teknologi Tak Boleh Geser Manusia sebagai Pusat Pelayanan
Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Endang Tirtana menekankan transformasi digital PT KAI tetap harus menempatkan manusia sebagai pusat pelayanan.

  • Generasi muda perlu menjaga relevansi kompetensi melalui kreativitas, komunikasi, empati, dan kemampuan memahami konteks.

  • AI dipandang sebagai teknologi yang perlu dikuasai untuk memperkuat kemampuan manusia tanpa kehilangan kemanusiaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa kemampuan manusia yang paling penting di era AI?
Vote Now
April 2026

Endang mengutip data Goldman Sachs Research tentang dampak AI terhadap pertumbuhan payroll Amerika Serikat.

Semester I 2026

Aplikasi Access by KAI mencatat 17 juta transaksi penjualan tiket. Customer Satisfaction Index KAI mencapai 4,53 dari skala 5, dengan lebih dari 2,2 juta interaksi pelanggan.

Selasa (29/09/2026)

Pernyataan Endang tentang transformasi KAI disampaikan dalam keterangannya.

hingga 2030

World Economic Forum memperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru muncul dan sekitar 92 juta pekerjaan terdampak displacement.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa kemampuan manusia yang paling penting di era AI?
Vote Now
  • What?
    Endang Tirtana menekankan teknologi tidak boleh menggeser manusia sebagai pusat pelayanan di tengah perkembangan AI.
  • Who?
    Komisaris Independen PT KAI Endang Tirtana menyampaikan pandangan tersebut kepada para wisudawan.
  • Where?
    Orasi ilmiah disampaikan dalam Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.
  • When?
    Pernyataan disampaikan dalam Periode 123 Tahun 2026 dan keterangannya bertanggal Selasa (29/09/2026).
  • Why?
    Perkembangan AI mengubah dunia kerja dan layanan, sehingga kemampuan manusia seperti empati, kreativitas, dan komunikasi tetap penting.
  • How?
    Endang membahas transformasi PT KAI, penggunaan aplikasi Access by KAI, serta pentingnya menguasai teknologi tanpa kehilangan rasa, empati, iman, dan kemanusiaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa kemampuan manusia yang paling penting di era AI?
Vote Now

Endang dari PT KAI bercerita kepada para wisudawan tentang AI dan pekerjaan. Ia bilang teknologi boleh membantu, tetapi manusia tetap penting untuk melayani dengan empati. Anak muda perlu terus belajar, punya kemampuan yang baik, dan memakai AI dengan bijaksana. Sekarang, PT KAI juga memakai teknologi untuk membantu pelanggan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa kemampuan manusia yang paling penting di era AI?
Vote Now

Transformasi PT KAI menunjukkan pemanfaatan teknologi dapat berjalan bersama perhatian terhadap pengalaman pelanggan. Penggunaan layanan digital disertai pengukuran kepuasan dan interaksi melalui berbagai kanal. Pada saat yang sama, kemampuan manusia seperti empati, komunikasi, kreativitas, dan pemahaman konteks tetap mendapat tempat dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa kemampuan manusia yang paling penting di era AI?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Komisaris Independen PT KAI, Endang Tirtana menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, kompetensi, empati, dan kemanusiaan di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah pada Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Periode 123 Tahun 2026. Endang membahas perjalanan transformasi PT KAI sebagai contoh perubahan organisasi di era digital.

1. Teknologi tidak boleh geser manusia sebagai pusat pelayanan

Stasiun LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek)

Menurut Endang, transformasi KAI tidak hanya ditandai oleh digitalisasi layanan, tetapi juga perubahan cara perusahaan melayani pelanggan. Ia mencontohkan penggunaan aplikasi Access by KAI yang pada Semester I 2026 mencatat 17 juta transaksi penjualan tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal.

“Semua perubahan ini bagian dari transformasi KAI yang kita lihat bersama hari ini. Dari sekadar menjalankan kereta, KAI berkembang menjadi perusahaan yang semakin berorientasi pada pengalaman pelanggan danmembangun ekosistem transportasi terintegrasi yang menghubungkan kereta api, commuter line, LRT, MRT, kereta cepat, kerata logistik, kerata bandara, layanan digital, hingga berbagai moda dan layanan pendukung lainnya,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (29/09/2026).

Namun, Endang menegaskan, teknologi tidak boleh menggeser manusia sebagai pusat pelayanan.

“Cara membeli tiket berubah, cara memperoleh informasi berubah, cara berinteraksi dengan pelanggan berubah. Tetapi di tengah seluruh perubahan itu, ada satu hal yang tidak boleh berubah yaitu manusia. Sebab, secanggih apa pun teknologi dan sebaik apa pun sistem yang kita bangun, pada akhirnya manusialah yang menentukan kualitas pelayanan," ucapnya.

Ia menyebut ukuran keberhasilan transformasi bukan semata kecanggihan teknologi. Pada Semester I 2026, Customer Satisfaction Index KAI mencapai 4,53 dari skala 5, dengan lebih dari 2,2 juta interaksi pelanggan melalui berbagai kanal pelayanan.

“Karena itu, bagi saya, pelayanan bukan sekadar prosedur. Pelayanan adalah bagaimana kita menanusiakan manusia,” ujarnya.

Dalam orasinya, Endang juga mengingatkan para wisudawan, AI telah memasuki kehidupan dan dunia kerja. Ia mengutip data Goldman Sachs Research pada April 2026 yang memperkirakan AI telah mengurangi pertumbuhan payroll Amerika Serikat sekitar 16.000 pekerjaan per bulan selama satu tahun terakhir. Sementara itu, World Economic Forum melalui Future of Jobs Report 2025 memperkirakan hingga 2030 akan muncul sekitar 170 juta pekerjaan baru dan sekitar 92 juta pekerjaan terdampak displacement.

2. Tantangan generasi muda memastikan kompetensi tetap relevan

Ilustrasi anak muda milenial dan Gen Z (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Karena itu, menurut Endang, tantangan generasi muda bukan sekadar menghadapi AI, melainkan memastikan kompetensi mereka tetap relevan.

“Dunia kerja berubah, dan karena itu kita harus berubah bersamanya,” tegasnya.

Ia menilai kemampuan manusia yang berkaitan dengan kreativitas, komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, empati, serta kemampuan memahami konteks akan semakin penting ketika pekerjaan rutin semakin banyak dibantu teknologi.

“Semakin AI mengambil pekerjaan yang rutin, semakin penting kemampuan manusia untuk memahami manusia,” ungkapnya.

3. Jangan melihat AI sebagai ancaman

ilustrasi Artificial Intelligence (Pexels/Tara Winstead)

Endang juga mengajak untuk tidak melihat AI semata sebagai ancaman. Teknologi harus dikuasai dan dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan manusia tanpa kehilangan rasa, empati, iman, dan kemanusiaan.

“Semakin pintar teknologi, manusia harus semakin bijaksana,” katanya.

Menutup orasinya, Endang berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah. Ia mengajak mereka menjadi generasi yang siap bekerja, menyelesaikan persoalan, dan melayani.

"Ready to work, ready to solve, dan ready to serve," ungkapnya.

“Karena pada akhirnya, nilai seseorang bukan hanya ditentukan oleh seberapa tinggi pendidikannya, seberapa tinggi jabatannya, atau seberapa canggih teknologi yang dikuasainya, tetapi oleh seberapa besar manfaat yang dapat ia berikan kepada manusia,” imbuh Endang.

Sampaikan pendapatmu

Apa kemampuan manusia yang paling penting di era AI?

See More
Empati
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
KreativitasKomunikasiPengambilan keputusan

Curated For You

Editorial Team

Related Article