8 Poin Konsensus yang Dicapai Trump dan Xi Jinping, Tarif Jadi Sorotan

- Trump dan Xi menyepakati delapan konsensus usai kunjungan kenegaraan Xi di Washington, termasuk pemangkasan tarif timbal balik untuk produk non-sensitif senilai 30 miliar dolar AS.
- Kedua negara membentuk Dialog Kecerdasan Super AS-China untuk membahas risiko dan manfaat teknologi, serta menyiapkan komunikasi khusus menghadapi insiden terkait kecerdasan super.
- Trump dan Xi membahas keamanan global, termasuk komitmen Iran terkait senjata nuklir, pencegahan krisis militer, pengendalian senjata trilateral, dan dukungan penyelenggaraan APEC serta G20.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati delapan poin konsensus setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Washington. Pertemuan tatap muka kedua mereka sepanjang 2026 itu mencakup kesepakatan pemangkasan tarif timbal balik senilai 30 miliar dolar AS (setara Rp537 triliun), dialog kecerdasan super, serta kerja sama energi, pertahanan, dan pengawasan obat-obatan.
Dilansir Economic Times, kunjungan tersebut menjadi lawatan kenegaraan pertama Xi ke AS dalam 11 tahun setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Beijing pada Mei. Salah satu pokok kesepakatan mencakup rekomendasi pemberian perlakuan tarif yang lebih menguntungkan bagi produk non-sensitif senilai 30 miliar dolar AS (setara Rp537 triliun) dari masing-masing negara.
1. AS-China atur perlakuan tarif produk

ilustrasi perang dagang antara China dan Amerika Serikat. (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com) Gedung Putih menyatakan kesepakatan tarif akan dijalankan melalui Dewan Perdagangan AS-China dan Dewan Investasi AS-China yang dibentuk setelah KTT Beijing pada Mei 2026. Kerangka tersebut juga meneruskan pembicaraan di Busan, Korea Selatan, pada Oktober tahun lalu yang telah disepakati para pihak sebagai konsensus dasar.
Produk ekspor AS yang memperoleh perlakuan tarif khusus terdiri dari hasil pertanian, ikan dan makanan laut, kayu gelondongan serta produk kayu, kosmetik, dan alat kesehatan. Sebaliknya, barang yang diimpor AS mencakup peralatan kecil, mainan, dekorasi hari libur, dan kursi mobil anak, sementara kelompok kerja khusus dibentuk untuk menangani hambatan akses pasar pertanian.
Dilansir Times of India, Beijing berkomitmen mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara AS pada 2027 dan 2028. Pembahasan tanah jarang dan mineral kritis juga terus dilakukan untuk memulihkan rantai pasokan.
2. AS-China bentuk dialog kecerdasan super

ilustrasi AI (pexels.com/Pixabay) Kedua pemimpin menyepakati penggunaan istilah kecerdasan super dan pembentukan Dialog Kecerdasan Super AS-China untuk membahas risiko serta manfaat teknologi tersebut, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan pada November 2026. Pemerintah kedua negara juga menyiapkan jalur komunikasi bilateral khusus untuk mengantisipasi insiden yang berkaitan dengan kecerdasan super.
Menurut laporan Xinhua, dialog teknologi itu menjadi bagian integral dari delapan poin konsensus yang disepakati. Di sisi lain, Washington menyambut langkah Beijing yang menjadwalkan pembatasan orphines dan mengendalikan ekspor dua prekursor fentanil, sementara berdasarkan informasi penegak hukum AS, kepolisian Beijing telah menangkap 21 warganya pada Agustus 2026 terkait produksi dan distribusi prekursor narkoba ke Amerika Utara. Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mendorong peningkatan produksi minyak olahan untuk menjaga stabilitas pasokan energi global.
3. Trump-Xi bahas keamanan global

ilustrasi area nuklir (pexels.com/Dan Meyers) Dalam pembahasan keamanan global, Trump dan Xi menyatakan Iran harus mematuhi komitmen untuk tak mengembangkan maupun memiliki senjata nuklir, sekaligus menyepakati aturan bahwa tak boleh ada negara atau entitas yang memungut tol di perairan internasional. Kedua negara juga sepakat saling mendukung sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dan Kelompok 20 (G20), menjajaki pengendalian senjata trilateral AS-Rusia-China, menandatangani nota kesepahaman komunikasi pencegahan krisis militer, serta melanjutkan pencarian jenazah personel militer AS yang hilang di China.
Pernyataan Gedung Putih menyebut Trump dan Xi membahas upaya membina perdamaian dunia serta menyepakati hubungan konstruktif yang berlandaskan rasa hormat, keadilan, dan asas timbal balik. Xi yang hadir bersama istrinya, Peng Liyuan, dijadwalkan bertemu Trump dua kali lagi hingga akhir 2026 sehingga total pertemuan keduanya menjadi empat kali dalam setahun. Peng bersama Ibu Negara AS Melania Trump menyempatkan diri mengunjungi Museum Arsip Nasional dan minum teh di Ruang Merah Gedung Putih di sela-sela agenda diplomatik.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















