Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komunitas Lari Bali Diduga Diskriminasi dan Rasis ke WNI
Komunitas lari berlatih bersama di ruang terbuka (istockphoto.com/Vuk Saric)

Jakarta, IDN Times - Sebuah komunitas lari di Canggu, Bali, menjadi sorotan setelah diduga membatasi peserta berdasarkan kewarganegaraan. Warga negara Indonesia (WNI) disebut ditolak bergabung, sementara warga negara asing tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan tersebut.

Polemik itu memicu kritik dari warganet maupun sesama ekspatriat. Publik juga mendesak penyelenggara memberikan klarifikasi serta meminta pemerintah memeriksa aturan peserta, perizinan acara, dan legalitas penggunaan fasilitas publik.

Entourage Bali akhirnya meminta maaf setelah kegiatan Silent Disco Run di Canggu menjadi sorotan karena diduga membatasi peserta WNI. Penyelenggara mengakui terjadi kesalahan pada sistem persetujuan otomatis yang membuat sebagian nomor telepon Indonesia tertolak.

"Pertama dan terpenting, kami sangat menyesal atas orang-orang yang tersinggung dan terluka, dan kami tidak pernah bermaksud untuk tidak menghormati atau melakukan diskriminasi terhadap siapa pun," tulis Entourage dalam klarifikasinya dikutip Jumat (24/7/2026).

1. Entourage sebut penolakan terjadi karena kesalahan sistem

ilustrasi komunitas lari (unsplash.com/Gabin Vallet)

Dalam klarifikasinya, Entourage menyatakan penolakan terhadap sebagian nomor +62 bukan dilakukan secara sengaja. Mereka menyebut persoalan itu terjadi akibat kesalahan pada sistem persetujuan otomatis yang digunakan saat pendaftaran.

"Entourage Bali menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kesalahan pada sistem persetujuan otomatis yang membuat sebagian nomor +62 tertolak secara keliru," tulis mereka.

Entourage juga menyatakan akan bertanggung jawab atas persoalan tersebut dan melakukan perubahan agar kejadian serupa tidak terulang.

2. Penyelenggara klaim peserta Indonesia terbanyak

ilustrasi komunitas lari (magnific.com/freepik)

Entourage menjelaskan Silent Disco Run menggunakan sistem tiket karena jumlah headphone yang tersedia terbatas. Mereka juga mengklaim peserta asal Indonesia justru menjadi kelompok terbesar dalam kegiatan tersebut.

"Klub lari kami terbuka untuk semua orang, tidak perlu registrasi. Lari Silent Disco Rabu lalu adalah lari berbayar pertama kami karena keterbatasan headphone," ujar mereka.

Dalam unggahan yang sama, Entourage mengklaim sebanyak 94 dari 120 tiket atau sekitar 78 persen peserta merupakan warga negara Indonesia.

3. Publik desak pemerintah usut, Ni Luh minta aparat turun tangan

Ni Luh Djelantik. (Instagram.com/niluhdjelantik)

Senator DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, meminta Imigrasi Bali dan Polda Bali menindaklanjuti dugaan tindakan diskriminatif terhadap WNI. Dia juga meminta aparat memeriksa legalitas izin tinggal maupun izin kegiatan pihak-pihak yang terlibat apabila ditemukan aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Ni Luh menegaskan setiap warga negara asing yang berada di Indonesia wajib menghormati aturan dan masyarakat setempat. Dia menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut sambil menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

"Dengan ini kami meminta kepada pihak Imigrasi Bali dan juga Kepolisian Provinsi Bali, Polda Bali, agar dapat menindaklanjuti laporan kami terkait dengan dugaan diskriminasi oleh WNA dan juga kegiatan-kegiatan yang diduga tidak berizin," ujar Niluh diakun Instagramnya, dikutip Jumat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article