Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konser Band Kotak di Kota Tua Dihentikan karena Bau Gas, Diduga Modus Copet
potret band Kotak (Instagram.com/kotakband_)
  • Konser Kotak di acara Aice Got Talent 2, Kota Tua Jakarta, dihentikan mendadak pada 14 September 2026 setelah bau menyengat memicu batuk, sesak napas, dan sejumlah penonton pingsan.
  • Gangguan muncul sekitar pukul 22.45–23.00 WIB saat Kotak tampil; penonton di depan panggung mengalami mata pedih dan sesak. UPK Kota Tua menyebut zatnya serbuk, bukan gas air mata.
  • Petugas menangani warga terdampak dan mensterilkan area selama sekitar 15 menit. Terduga pelaku diamankan ke Polsek Subsektor Pinangsia, diduga hendak menciptakan keramaian untuk pencopetan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Konser Kotak di Kota Tua tiba-tiba berhenti karena ada bau gas seperti kentut. Tantri dan beberapa penonton batuk, sesak napas, bahkan ada yang pingsan. Petugas menolong mereka dan membersihkan tempat konser selama 15 menit. Orang yang diduga menyebarkan serbuk bau itu sudah dibawa petugas. Petugas menduga ia mau membuat ramai untuk mencopet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat petugas terlihat dalam penanganan insiden di Kota Tua: penonton yang terdampak segera dibantu, area konser disterilkan hingga kembali aman dalam sekitar 15 menit, dan terduga pelaku diamankan. Komitmen penyelenggara untuk mengevaluasi serta memperkuat pengamanan juga menegaskan bahwa keselamatan pengunjung dan pengisi acara ditempatkan sebagai prioritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pertunjukan grup band Kotak dalam acara Aice Got Talent 2 di kawasan Kota Tua Jakarta dihentikan pada Minggu (14/9/2026) malam. Penghentian dilakukan setelah muncul bau tidak sedap dan membuat sejumlah orang mengalami sesak napas.

Tantri meminta maaf dalam utasan di media sosial dia terpaksa menghentikan konser karena ada bau gas yang menyengat.

"Buat teman2 yang tadi datang ke Kota Tua. Mohon maaf harus tiba2 menghentikan konser karena ada oknum yang mengeluarkan gas cukup menyengat diantara kerumunan penonton. Sampai saat ini saya ga tau gas tsb mengandung bahan apa, tapi sangat membuat tidak nyaman khususnya area pernafasan. Saya tidak sanggup melanjutkan karena batuk dan sesak akibat hal ini, banyak penonton juga yang pingsan terkena gas tersebut," tulis Tantri dalam @threads resminya.

1. Tercium bau seperti kentut

Kawasan Kota Tua (beritajakarta.id)

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, mengatakan kejadian tersebut berlangsung ketika Kotak tampil di penghujung rangkaian acara. Sebelumnya, penampilan Tipe-X dan Driv3 pada hari pertama berlangsung kondusif.

"Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 ketika bawa lagu tercium bau enggak enak seperti kentut," kata Denny saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).

2. Buat penonton jadi sesak napas

potret band Kotak (Instagram.com/kotakband_)

Menurutnya, kondisi mulai terasa mengganggu sekitar pukul 23.00 WIB. Penonton yang berada di area depan panggung mulai merasakan pedih pada mata dan sesak napas.

Denny memastikan zat tersebut bukan gas air mata. Ia menyebut benda yang diduga disebarkan pelaku berupa serbuk yang tidak meninggalkan bekas di lokasi.

"Dan itu bukan gas air mata, melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak napas," ujarnya.

3. Pelaku sudah ditangkap

Suasana Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah yang berada di Kota Tua, Jakarta Barat. (IDN Times/Reynaldy Wiranata)

Denny mengatakan pihaknya melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak. Sejumlah orang yang mengalami sesak napas langsung ditangani agar kondisinya tidak semakin buruk.

Denny mengatakan petugas kemudian mensterilkan area konser. Proses tersebut dilakukan sekitar 15 menit untuk memastikan kondisi kembali aman.Terduga pelaku kemudian diamankan ke Polsek Subsektor Pinangsia untuk ditindaklanjuti secara teknis.

"Terduga pelaku diduga ingin buat ramai agar melakukan hal lainnya seperti pencopetan," ujarnya.

Denny menegaskan keselamatan pengisi acara dan pengunjung menjadi prioritas. Ia mengatakan pihak penyelenggara juga berkomitmen melakukan evaluasi dan meningkatkan pengamanan selama pelaksanaan acara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article