Jakarta, IDN Times – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia berdampak besar, khususnya bagi kehidupan masyarakat setempat. Dampaknya turut memperberat kehidupan kelompok rentan, terutama perempuan dan penyandang disabilitas.
Beban moral dan ekonomi yang dihadapi perempuan meningkat, beriringan dengan penyandang disabilitas yang masih menghadapi keterbatasan akses perlindungan, evakuasi, dan layanan kebencanaan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menilai, penanganan karhutla perlu memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, bukan hanya berfokus pada pemadaman api.
