Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, Mochamad Mahrus Ali. Ia merupakan tersangka pemberi dalam kasus korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat di Jawa Timur.
Mahrus Ali diduga memberikan sejumlah hal seperti 1 Kg emas, uang Rp1,5 miliar, hingga membiayai pendirian SPBE kepada mantan Wakil Ketua DPRD Fraksi Gerindra, Anwar Sadad, yang kini menjadi anggota DPR dari Fraksi partai Gerindra. Pemberian itu diduga agar Anwar Sadad mencairkan dana hibah Rp83,4 miliar.
"Saudara MM diduga memberikan uang sejumlah Rp1,5 miliar, emas dengan berat sekitar 1 kilogram, membayarkan pelunasan satu unit rumah di Surabaya, dan membayarkan pendirian usaha SPBE kepada AS melalui BGS untuk mendapatkan alokasi dana hibah pokmas sebesar Rp83,4 miliar," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Selasa (28/7/2026).
Diketahui, Mahrus Ali merupakan salah satu dari 10 tersangka pemberi pada klaster Anwar Sadad dan stafnya, Bagus Wahyudiono. Ini merupakan klaster kedua dari tiga klaster yang dipetakan KPK.
Pada klaster Anwar Sadad, KPK sebelumnya telah menahan tiga tersangka pemberi. Mereka ialah Achmad Yahya dan M Fathullah selaku pihak swasta dari Kabupaten Pasuruan, serta Ra. Wahid Ruslan selaku pihak swasta dari Kabupaten Bangkalan.
Ketiga tersangka itu diduga memberikan total Rp6,9 miliar ke Anwar Sadad. Achmad Yahya diduga memberikan Rp1,87 miliar untuk mendapatkan dana hibah Rp14,8 miliar, Ra. Wahid Ruslan diduga memberikan Rp1,42 miliar untuk mendapatkan dana hibag Rp28,9 miliar, sedangkan M Fathullah diduga memberikan Rp3,61 miliar untuk mendapatkan dana hibah Rp24 miliar.
Pada klaster pertama, Hasanuddin selaku Anggota DPRD Jawa Timur; Jodi Pradana Putra selaku pihak swasta dari Kabupaten Blitar; Sukar selaku Kepala Desa dari Kabupaten Tulungagung; dan Wawan Kristiawan selaku pihak swasta dari Tulungagung telah menjalani persidangan dan divonis bersalah.
Mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, juga sempat menjadi tersangka pada klaster pertama. Namun, status tersangkanya gugur karena telah meninggal dunia.
Adapun tersangka bernama A. Royan belum ditahan karena dalam keadaan sakit.
Total ada 21 tersangka yang dibagi ke dalam tiga klaster. Berikut daftar 21 tersangka dalam perkara ini
1. Kusnadi (KUS) selaku Ketua DPRD Jatim (status tersangka gugur karena meninggal dunia)
2. Anwar Sadad (AS) selaku Wakil Ketua DPRD Jatim;
3. Achmad Iskandar(AI) selaku Wakil Ketua DPRD Jatim;
4. Bagus Wahyudiono (BGS) selaku staf AS dari Anggota DPRD Jatim atau pihak swasta.
5. Mahud (MHD) selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Timur 2019-2024;
6. Fauzan Adima (FA) selaku Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Sampang Periode 2019-2024;
7. Jon Junaidi (JJ) selaku Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Periode 2019-2024;
8. Ahmad Heriyadi (AH) selaku pihak swasta dari Kabupaten Sampang;
9. Ahmad Affandy (AA) selaku pihak swasta dari Kabupaten Sampang;
10. Abdul Motollib (AM) selaku pihak swasta dari Kabupaten Sampang;
11. Moch. Mahrus (MM) selaku pihak swasta di Kabupaten Probolinggo, yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2024-2029;
12. A. Royan (AR) selaku pihak swasta dari Tulungagung;
13. Wawan Kristiawan (WK) selaku pihak swasta dari Tulungagung;
14. Sukar (SUK) selaku mantan Kepala Desa dari Kabupaten Tulungagung;
15. Ra. Wahid Ruslan (RWR) selaku pihak swasta dari Kabupaten Bangkalan
16. Mashudi (MS) selaku pihak swasta dari Kabupaten Bangkalan
17. M. Fathullah (MF) selaku pihak swasta dari Kabupaten Pasuruan;
18. Achmad Yahya selaku pihak swasta dari Kabupaten Pasuruan;
19. Ahmad Jailani (AJ)selaku pihak swasta dari Kabupaten Sumenep
20. Hasanuddin (HAS) selaku pihak swasta dari Kabupaten Gresik yang sekarang menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2024-2029;
21. Jodi Pradana Putra(JPP) selaku pihak swasta dari Kabupaten Blitar.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
KPK: Anwar Sadad Diberikan 1,5 Kg Emas, Uang Rp1,5 M, hingga SPBE

Anggota DPRD Jatim Mahrus Ali ditahan KPK (IDN Times/Aryodamar)
Curated For You
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Modus Dugaan Korupsi Rp6,9 M Dana Hibah Masyarakat Jatim ke Anwar Sadad23 Jul 2026, 08:52 WIB
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Ditahan KPK, Penyuap Anwar Sadad: Maaf Tak Bisa Berkata Apa-apa22 Jul 2026, 19:30 WIB
- 3 Tersangka Penyuap Rp6,9 M Anggota DPR Anwar Sadad Ditahan KPK22 Jul 2026, 19:05 WIB
Editorial Team
EditorDwifantya Aquina
Related Article
Legislator Bantah Klaim BNPB Warga Korban Karhutla Kalimantan Beraktivitas Normal25 Sep 2026, 17:30 WIB
Prabowo Terjunkan 1.000 Perwira untuk Edukasi Warga Bahaya Karhutla25 Sep 2026, 17:29 WIB
Badan Gambut Kembali Dibentuk, Pantau Gambut: Jangan Sekadar Ganti Lembaga25 Sep 2026, 17:28 WIB
Bupati Gowa Belum Ditahan Meski Sudah Tersangka25 Sep 2026, 17:18 WIB
Kabut Asap di Palembang Kembali Tebal saat Sekolah Mulai Tatap Muka25 Sep 2026, 17:16 WIB
Prabowo Minta Korporasi Buka Lahan Harus Punya Embung Setiap Hektare25 Sep 2026, 17:15 WIB
Penari Berhijab hingga Tok Panjang Ramaikan Mooncake Festival Semarang25 Sep 2026, 17:15 WIB
Muzakki Sudah Mundur dari Rektor, Kampus UINSA Masih Disegel25 Sep 2026, 17:14 WIB
Profil Bupati Gowa Sitti Husniah: Adik Fadil Imran, Tersangka Pemerasan25 Sep 2026, 17:08 WIB
APBD Bali 2026 Berubah di Sisa Waktu Tiga Bulan25 Sep 2026, 17:08 WIB
Prabowo ke Akademisi: Saya Paling Hormat Sama Pakar25 Sep 2026, 17:02 WIB
Sudah Berjuang Sejauh Ini, Yuk Rayakan dengan 5 Cara Sederhana Ini25 Sep 2026, 17:00 WIB
PM Inggris Tegaskan Kepulauan Falkland sebagai Hak Negaranya 25 Sep 2026, 16:55 WIB
Korban Pembakaran di Karangasem Meninggal, Pasal Tersangka Berubah25 Sep 2026, 16:53 WIB
Pajak Restoran Jadi Andalan PAD Berkat Warga Semarang Senang Jajan25 Sep 2026, 16:49 WIB
Laut Banda dan Barat Sumatra Diusulkan Jadi Kawasan Konservasi25 Sep 2026, 16:46 WIB
Kenapa Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang? Ini Penjelasan BMKG25 Sep 2026, 16:42 WIB
Indonesia vs Singapura di GBK, Ini Rute Alternatif dan Parkirnya25 Sep 2026, 16:40 WIB
Satu Buron Pengeroyokan yang Tewaskan Munil DIbekuk di Wonosobo25 Sep 2026, 16:23 WIB
HJKB ke-216, Asep Mulyadi Dorong Pemkot Bandung Responsif ke Warga25 Sep 2026, 16:19 WIB