Jakarta, KDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp10 miliar. Penyitaan ini terkait dugaan korupsi pengadaan mesin EDC di Bank BRI.
"Dalam sepekan ini, Penyidik telah melakukan penyitaan uang sejumlah sekitar Rp10 miliar, dari para pihak swasta, yang merupakan pelaksana pengadaan mesin EDC di BRI. Penyitaan ini sekaligus sebagai langkah awal KPK untuk mengoptimalkan pemulihan keuangan negara atau asset recovery," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dikutip pada Kamis (14/8/2025).
KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo (eks Direktur BRI), eks Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto, Sunardi (SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI), Elvizar (PT Pasifik Cipta Solusi), dan Rudy Suprayudi Kartadidjaja (PT Bringin Inti Teknologi).
Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 dan Pasal 18 Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Dalam konstruksi perkaranya, terdapat dua skema dalam pengadaan mesin EDC ini, yaitu beli putus dan sewa. Dalam skema beli putus meliputi pengadaan tahun 2020-2024 sebanyak 346.838 unit senilai Rp942 miliar. Sedangkan skema sewa untuk 2020 s.d 2024 sejumlah 200.067 unit senilai Rp1,2 triliun.
Dengan demikian, total anggaran dalam pengadaan tersebut senilai Rp2,1 triliun. Sedangkan hitungan awal nilai kerugian keuangan negaranya mencapai Rp744 miliar.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
KPK Sita Uang Rp10 Miliar Terkait Kasus Korupsi EDC BRI

Gedung KPK (IDN Times/Aryodamar)
Curated For You
- Profil Catur Budi Harto, Eks Wadirut BRI Jadi Tersangka Korupsi EDC10 Jul 2025, 10:42 WIB
Editorial Team
EditorSatria Permana
Related Article
Uni Eropa: Permukiman Israel Ilegal Menurut Hukum Internasional10 Sep 2026, 07:10 WIB
Benelli Napoleon Bob 250: Motor 250 CC Bergaya Eropa, Bisa Custom10 Sep 2026, 07:02 WIB
Cuaca DIY 10 September 2026, Sleman Berpotensi Hujan Ringan10 Sep 2026, 07:00 WIB
Mengapa Orang dengan IQ Tinggi Gampang Tertipu Teori Konspirasi, Ini Alasannya10 Sep 2026, 07:00 WIB
Daftar 35 Daerah Kualitas Udara Tidak Sehat dan Bahaya akibat Karhutla10 Sep 2026, 07:00 WIB
Cuaca Semarang 10 September: Siang Terik 34 Derajat Panas Menyengat, Angin Kencang!10 Sep 2026, 06:16 WIB
Museum Oxford Kembalikan 39 Kerangka Suku Naga ke India10 Sep 2026, 06:10 WIB
Jadwal dan Tarif Tiket Kapal Feri TAA Bangka 10-11 September 202610 Sep 2026, 06:05 WIB
Prakiraan Cuaca Lampung 10 September 2026, Cek Kualitas Udara10 Sep 2026, 06:01 WIB
WALHIi: Folu Net Sink 2030 Terancam Gagal akibat Karhutla10 Sep 2026, 06:00 WIB
Diduga Gegara Sawit, Warga Langkat Dibacok dan Ditembak hingga Tewas10 Sep 2026, 05:50 WIB
Hari Kemerdekaan Brasil Diwarnai Demo Oposisi10 Sep 2026, 05:10 WIB
Thailand Tangguhkan 49 Proyek Pusat Data akibat Beban Energi10 Sep 2026, 04:01 WIB
FKUB di Garda Depan Pawai MTQ Nasional, Semarang Pamer Wajah Toleran10 Sep 2026, 04:00 WIB
AREBI Jateng Dorong Broker Properti Purwokerto Makin Profesional10 Sep 2026, 00:32 WIB
Thailand Panggil Dubes Israel, Bahas Ulah Turis di Destinasi Wisata09 Sep 2026, 23:45 WIB
11 Warga India Tewas akibat Miras Oplosan09 Sep 2026, 23:30 WIB
Trump Ancam Blokir Penjualan Pesawat Bombardier Kanada di AS09 Sep 2026, 23:23 WIB
Menko Djamari Desak Pemulihan Pascakonflik di Jayawijaya Dipercepat09 Sep 2026, 23:16 WIB