Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Museum Oxford Kembalikan 39 Kerangka Suku Naga ke India

Museum Oxford Kembalikan 39 Kerangka Suku Naga ke India
Ilustrasi museum (Unsplash.com/BEN ELLIOTT)
  • Universitas Oxford menyetujui pemulangan 39 dari 40 kerangka leluhur suku Naga ke India setelah permohonan restitusi dari lembaga adat; satu permintaan ditolak karena bukti asal-usul kurang memadai.
  • Sebagian besar kerangka dibawa paksa ke Inggris oleh pejabat kolonial pada awal abad ke-20. Komunitas Naga memandang repatriasi ini sakral dan menyiapkan monumen peringatan.
  • Keputusan tersebut mengikuti riset independen enam tahun yang melibatkan pemimpin suku dan tokoh agama. Museum Pitt Rivers memprioritaskan pengembalian jenazah manusia sebelum artefak lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Museum Pitt Rivers di Universitas Oxford resmi menyetujui pemulangan 39 kerangka manusia milik masyarakat adat suku Naga ke India pada Minggu (6/9/2026). Keputusan ini diambil setelah pihak universitas mengabulkan permohonan restitusi warisan leluhur tersebut.

Langkah pemulangan sisa-sisa jenazah bersejarah ini menjadi babak penting dalam gerakan pengembalian artefak kolonial ke negara asalnya. Saat ini, pihak universitas bersama perwakilan masyarakat adat tengah mengoordinasikan upacara penyerahan resmi yang akan dilakukan secara bertahap.

  1. 1. Universitas Oxford sahkan pemulangan kerangka suku Naga

    Dewan Pimpinan Universitas Oxford menyetujui pemulangan 39 kerangka manusia setelah menerima permohonan resmi dari lembaga adat suku Naga. Dari total 40 permohonan yang diajukan, dewan menolak satu kerangka karena bukti asal-usulnya dinilai belum memadai.

    Pihak museum menilai bahwa kebijakan pengembalian ini merupakan tanggung jawab moral yang telah lama dinantikan oleh komunitas adat. Nantinya, delegasi suku Naga dijadwalkan mengawal langsung kepulangan jenazah leluhur mereka ke India setelah seluruh proses koordinasi selesai.

    "Jenazah-jenazah ini telah terlalu lama berada jauh dari tanah air mereka," ujar Direktur Museum Pitt Rivers, Laura Van Broekhoven, dikutip dari CBS News.

  2. 2. Sejarah penyitaan artefak pada masa kolonial

    Sebagian besar kerangka manusia suku Naga dibawa ke Inggris pada awal abad ke-20 oleh para pejabat kolonial. Sisa-sisa jasad dan artefak tersebut disita secara paksa lewat ekspedisi militer dari desa-desa adat setempat.

    Bagi warga suku Naga, kepulangan jasad nenek moyang ini memiliki makna sakral untuk memulihkan martabat serta merawat ingatan terhadap leluhur. Saat ini, para tokoh masyarakat suku Naga telah menyiapkan pembangunan monumen peringatan khusus sebagai simbol rekonsiliasi atas luka sejarah masa lalu.

    "Kerangka leluhur suku Naga diambil di bawah tekanan era kolonial oleh administrator pemerintah dan para kolektor," papar Koordinator Inisiatif Pemulihan, Ellen Konyak Jamir, dikutip dari Hindustan Times.

  3. 3. Museum prioritaskan repatriasi jenazah manusia

    Persetujuan pemulangan ini merupakan hasil dari riset independen selama enam tahun untuk menelusuri peninggalan suku Naga di Eropa. Tim peneliti lokal merangkul para pemimpin suku dan tokoh agama setempat untuk bersama-sama menuntut keadilan sejarah.

    Meskipun Museum Pitt Rivers menyimpan lebih dari 6.000 artefak suku Naga, para peneliti memilih untuk memprioritaskan pemulangan jenazah manusia terlebih dahulu. Langkah ini sejalan dengan kebijakan museum yang sebelumnya telah menarik sisa-sisa kerangka manusia dari etalase pameran guna menghapus stereotipe negatif.

    "Proses pengambilan kembali artefak lainnya sangat rumit dan bukan menjadi fokus utama kami saat ini," kata Anggota Komite Pemulihan, Ellen Konyak Jamir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More