Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan, Albertinus P Napitupulu, Kasi Intel Asis Budianto, dan Tri Taruna Fariadi selaku Kasi Datun Kejari HSU, sebagai tersangka korupsi. KPK baru menangkap dan menahan dua tersangka, karena Tri Taruna Fariadi masih buron.
"KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak 19 Desember 2025 sampai dengan 8 Januari 2026," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers, Sabtu (20/12/2025) pagi.
Asep menjelaskan KPK menangkap 21 orang dan enam di antaranya dibawa ke Jakarta untuk diperiksa. Keenam sosok tersebut adalah Albertinus Napitupulu selaku Kajari HSU, Asis Budianto selaku Kasi Intel Kejari HSU, Rahman selaku Kepala Dinas Pendidikan HSU, Yandi selaku Kepala Dinas Kesehatan HSU, serta Hendrikus dan Rahmad Riyadi selaku pihak lainnya.
Asep memaparkan kronologi kasus suap ini. Albertus diduga menerima Rp804 juta secara langsung atau melalui perantaraan Asis Budianto dan Tri Taruna Fariadi. Uang itu diduga berasal dari pemerasan Albertus kepada sejumlah perangkat daerah di HSU, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan RSUD.
"Permintaan disertai ancaman itu dengan modus agar laporan pengaduan dari Lembaga Swadaya Masyarakat, yang masuk ke Kejari HSU terkait dinas tersebut, tidak ditindaklanjuti proses hukumnya," jelas Asep.
Uang tersebut diterima Albertus selama November-Desember 2025. Penerimaan dari Rahman selaku Kepala Dinas Pendidikan Rp270 juta dan Rp235 juta dari Dirut RSUD HSU melalui Tri Taruna Fariadi, sedangkan Rp149,3 juta dari Yandi selaku Kepala Dinas Kesehatan HSU melalui perantaraan Asis Budianto.
"ASB yang merupakan perantara APN tersebut, dalam periode Februari - Desember 2025, diduga juga menerima aliran uang dari sejumlah pihak sebesar Rp63,2 juta," jelas Asep.
Selain melakukan pemerasan, Albertus juga diduga memotong anggaran Kejari HSU melalui bendahara. Uang hasil pemotongan anggaran itu digunakan sebagai dana operasional pribadi.
"Dana tersebut berasal dari pengajuan pencairan Tambahan Uang Persediaan sejumlah Rp257 juta, tanpa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dan potongan dari para unit kerja atau seksi," ujarnya.
Albertus juga diduga menerima penerimaan lainnya sejumlah Rp450 juta. Sebanyak Rp405 juta melalui rekening istri Albertus dan Rp45 juta berasal dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sekretaris DPRD.
Tri Taruna juga diduga menerima Rp1,07 miliar. Uang itu berasal dari Yandi Rp930 juta dan Rp140 juta berasal dari rekanan.
"KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti yang disita dari kediaman APN berupa uang tunai Rp318 juta," ujarnya.
Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e, Pasal 12 huruf f UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2002 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP jo Pasal 64 KUHP.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Kronologi Kasus Kajari Hulu Sungai Utara Kalsel, Ada Ancaman

KPK Tetapkan Kajari HSU Kalsel Albertinus Napitupulu tersangka korupsi (IDN Times/Aryodamar)
Take a Deeper Read
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Pejabat Kejaksaan di Kalsel Kabur saat OTT KPK, Sudah Tersangka20 Dec 2025, 06:15 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
Editorial Team
EditorRochmanudin Wijaya
Related Article
IM3 Bawa Raissa Anggiani di Medan, Ajak Gen Z Rayakan Cerita Istimewa10 Oct 2026, 08:00 WIB
TNI AD dan ADF Latihan Menembak hingga Teknik Drone Tempur di Semarang10 Oct 2026, 08:00 WIB
Rumah Dinas TNI Dipakai Jadi Markas Judol, KSAD: Ini Hal Memalukan!10 Oct 2026, 07:55 WIB
Spesial Akhir Pekan! Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Sabtu 10 Oktober10 Oct 2026, 07:43 WIB
Cuaca Solo Raya Hari Ini Sabtu 10 Oktober, Didominasi Berawan!10 Oct 2026, 07:36 WIB
Tips Investasi Bagi Pemula: Paham Risiko, Tak Ada Keuntungan Pasti10 Oct 2026, 07:18 WIB
Antrean BBM Subsidi Lampung Naik hingga 26 Persen, Apa Sebabnya?10 Oct 2026, 07:02 WIB
TPA Jatibarang Bakal Ditata Ulang 2027, Pemkot Semarang Siapkan Ahli10 Oct 2026, 07:00 WIB
Pakai QRIS, Setoran Parkir di Bogor Kini Langsung ke Kas Daerah10 Oct 2026, 07:00 WIB
Awas Hujan Petir Sore, Tapi Siang Masih Panas! Cek Cuaca Semarang Sabtu 10 Oktober10 Oct 2026, 06:25 WIB
Prakiraan Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cek Kondisi 15 Kabupaten/Kota10 Oct 2026, 06:01 WIB
919 Huntap Korban Bencana di Sumut Ditargetkan Rampung Akhir 202610 Oct 2026, 06:00 WIB
Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, BPJPH Pastikan Aturannya Mudah10 Oct 2026, 06:00 WIB
Bea Cukai Belawan Edukasi Warga Lewat Talkshow dan Campus Goes to Customs10 Oct 2026, 05:00 WIB
TOP 5: Kapolda Metro Jaya Baru Dilantik hingga DPR Bahas Hak Angket Ijazah Gibran10 Oct 2026, 05:00 WIB
PLN Journalist Awards 2026 Resmi Dibuka, Ada 6 Kategori Lomba 10 Oct 2026, 04:00 WIB
Indosat Perkuat 5G di Makassar, Dukung Aktivitas Belajar hingga Gaming10 Oct 2026, 03:27 WIB
Biaya Haji 2027 Makassar Bisa Lebih Mahal, Kemenhaj Tunggu Keppres10 Oct 2026, 01:29 WIB
Komisi VII DPR Soroti Hambatan Pengembangan Kawasan Industri di Sulsel10 Oct 2026, 01:28 WIB
Logo HUT ke-419 Makassar Resmi Diluncurkan, Ini Filosofinya10 Oct 2026, 01:26 WIB