Kelompok Bersenjata Serang Masjid Nigeria, Culik Puluhan Warga

- Kelompok bersenjata menyerang Masjid Kpenya di Borgu, Negara Bagian Niger, saat salat Jumat, melukai beberapa warga dan menyandera lebih dari 60 jemaah.
- Kepolisian Negara Bagian Niger mengerahkan tim keamanan gabungan untuk menilai situasi, memetakan pelarian pelaku, serta menyisir hutan demi menyelamatkan korban.
- Saksi menyebut kelompok Lakurawa melakukan penculikan, lalu mendapat perlawanan dari kelompok Mahmuda; bentrokan memungkinkan sejumlah jemaah kabur, sementara korban lain dibawa ke hutan.
Jakarta, IDN Times - Kelompok bersenjata menculik puluhan warga saat menunaikan salat Jumat di sebuah masjid di Negara Bagian Niger, Nigeria, pada Jumat (21/8/2026). Kepolisian setempat mengonfirmasi aksi penyerangan massal tersebut pada Sabtu (22/8/2026).
Pemerintah setempat bersama aparat keamanan gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian. Langkah tanggap darurat dan penyisiran wilayah terus dilakukan untuk menyelamatkan seluruh warga yang disandera.
1. Penyerangan bersenjata menyasar jemaah masjid
Gerombolan penyerang mengepung Masjid Kpenya di wilayah Borgu sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Para pelaku membawa senjata api dan senjata tajam untuk menakut-nakuti warga yang sedang beribadah.
Kepanikan melanda ruang salat hingga memicu tembakan dari kelompok penyerang. Tembakan tersebut melukai beberapa warga, sementara puluhan jemaah lainnya tidak sempat meloloskan diri dari lokasi.
"Para pelaku mengepung tempat ibadah dan menculik warga saat mereka sedang menunaikan salat Jumat," kata Ketua Dewan Area Borgu, Abdullahi Mohammed Nasir, dikutip dari The Hindu.
Data sementara warga lokal mencatat lebih dari 60 jemaah disandera dalam aksi penyerangan mendadak tersebut.
2. Kepolisian terjunkan tim gabungan untuk pemburuan
Kepolisian Negara Bagian Niger mengerahkan personel gabungan ke lokasi kejadian untuk mengevaluasi situasi. Langkah ini diambil untuk memetakan jalur pelarian para pelaku di area perbatasan.
Tim penyelamat fokus menyisir kawasan hutan yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata. Petugas juga terus memverifikasi jumlah pasti warga yang menjadi korban penyanderaan.
"Pasukan keamanan gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk penilaian situasi dan operasi penyelamatan," kata Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Niger, Wasiu Abiodun.
Aparat keamanan berkomitmen melanjutkan penyisiran hingga seluruh jemaah yang diculik dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
3. Bentrokan antarkelompok bersenjata di lokasi kejadian
Saksi mata menyebut penyerangan dilakukan oleh ratusan anggota kelompok bersenjata Lakurawa. Namun, aksi penculikan tersebut mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata rival, Mahmuda, yang mendatangi area masjid.
Pertikaian sengit antara kedua kelompok menciptakan kekacauan di sekitar lokasi penyerangan. Situasi tersebut membuka kesempatan bagi sejumlah jemaah untuk melarikan diri dari kepungan pelaku.
"Beberapa anggota kelompok Mahmuda menentang aksi Lakurawa sehingga terjadi perlawanan saat insiden berlangsung," kata Anggota Parlemen Federal, Jafaru Mohammed, dikutip dari Al Jazeera.
Kendati beberapa warga berhasil meloloskan diri, sebagian besar korban tetap dibawa pergi oleh kelompok penyerang ke arah hutan.


















