Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut dengan upacara jajar kehormatan setibanya di Bandar Udara Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) Subang, Minggu malam (25/5). (dok. Tim Komunikasi Prabowo)
LPEM FEB UI mencatat, Prabowo telah melakukan 54 kunjungan luar negeri sejak kunjungan kenegaraan pertamanya pada Oktober 2024. Dari kunjungan tersebut, Presiden mengunjungi 29 negara melalui total 83 leg penerbangan.
Malaysia menjadi negara yang paling sering dikunjungi dengan lima kali kunjungan. Selanjutnya Prancis dan Inggris masing-masing empat kali, sementara Rusia dan Brasil masing-masing tiga kali kunjungan.
Dalam perjalanannya, Presiden menggunakan tiga jenis pesawat, yakni Boeing 737-700 BBJ untuk 41 leg penerbangan, Boeing 777-300ER untuk 38 leg, dan Airbus A330-200 sewaan Comlux untuk empat leg penerbangan.
LPEM mengadopsi metode yang digunakan Bansal (2021) untuk menghitung emisi. Perhitungan dilakukan dengan menentukan jarak antarbandara menggunakan metode great-circle distance atau Haversine, kemudian menambahkan 10 persen untuk memperhitungkan kebutuhan rute penerbangan dan faktor operasional lainnya.
Jarak tersebut digunakan untuk menghitung waktu tempuh berdasarkan kecepatan jelajah masing-masing pesawat. Selanjutnya, konsumsi bahan bakar dihitung dari waktu terbang dan rata-rata penggunaan bahan bakar per jam. Hasilnya kemudian dikalikan dengan faktor emisi ICAO sebesar 3,16 kilogram CO2 per kilogram bahan bakar.
Dari hasil perhitungan tersebut, LPEM memperkirakan total emisi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo mencapai 10.002,72 ton CO2.
Emisi bulanan tertinggi tercatat pada September 2025 ketika Prabowo melakukan 10 leg penerbangan ke tujuh negara, mulai dari Doha hingga Amerika Serikat. Aktivitas perjalanan pada bulan itu diperkirakan menghasilkan 1.609 ton CO2.
LPEM menyebut, jumlah emisi tersebut setara lebih dari 3.500 kali rata-rata emisi tahunan per kapita Indonesia yang sebesar 2,87 ton CO2. Angka itu juga lebih dari 2.400 kali rata-rata emisi tahunan per kapita global yang mencapai 4,7 ton CO2.