Jakarta, IDN Times - Calon wakil presiden nomor urut tiga, Mahfud MD menilai dinamika politik akan terus terjadi usai putusan gugatan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Sesuai dengan Peraturan MK tahun 2024, putusan hakim soal sengketa pilpres akan diumumkan pada Senin (22/4/2024).
"Pertanyaannya sekarang, ini menurut saya ke mana arah politik ke depan? Saya melihatnya mungkin nanti dinamika akan mulai terjadi pada tanggal 23 (April). Karena kan vonisnya tanggal 22 (April), kira-kira siang atau sore gitu, sudah mulai pada saat itu," ujar Mahfud, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (9/4/2024).
Ia mengatakan, sebelum putusan MK, sudah muncul sejumlah masalah. Ia kemudian memberikan contoh, relasi presiden terpilih, Prabowo Subianto yang disebut-sebut renggang dengan Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Bahkan, kerenggangan relasi itu sudah menjadi sorotan media asing, Associated Press (AP).
"Karena ini pun masih menyimpan beberapa masalah. Misalnya yang ramai itu, apakah Pak Jokowi akan terus bersatu dengan Pak Prabowo? Nah, kalau itu (yang terjadi), kemudian bagaimana dengan yang lain? Atau kalau Pak Prabowo ingin mencari koalisi di luar Pak Jokowi, bagaimana dampaknya ke Pak Jokowi dan seterusnya?" tutur mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu.
Menurutnya, kondisi dinamis di dunia politik besar terjadi. Apalagi jeda dari putusan MK hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih cukup jauh. Sesuai Undang-Undang Pemilu, upacara pelantikan presiden dilakukan pada 20 Oktober 2024.
"Sekarang kan, masih banyak spekulasi yang pasti akan terjadi, sehingga situasinya tidak akan seperti sekarang. Ini menurut saya," ucapnya.
