Jakarta, IDN Times - Survei terbaru Poltracking Indonesia menyebut, mayoritas publik menginginkan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.
Dalam jajak pendapat yang digelar selama 14-20 Agustus 2026, sebanyak 51,9 persen publik menyatakan perlu ada reshuffle, sementara 27,9 persen menilai tidak perlu. Bidang ekonomi dan hukum menjadi sektor yang paling banyak dinilai perlu menjadi perhatian dalam perombakan kabinet.
Sekretaris Jenderal Rumah Sandi Uno Indonesia (RSI), Denny H. Suryo Prabowo mengatakan, reshuffle seharusnya tidak hanya dilihat sebagai pergantian jabatan, tetapi sebagai upaya menghadirkan figur yang mampu bekerja cepat, memiliki integritas, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami tidak sedang meminta jabatan untuk Sandiaga. Kami hanya melihat bahwa dalam situasi pemerintah membutuhkan penguatan kabinet, pengalaman dan kapasitas Sandiaga merupakan salah satu opsi yang patut dipertimbangkan Presiden,” tuturnya dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Hasil Survei Publik Ingin Reshuffle, Sandiaga Uno Didorong Jadi Opsi

1. Dinilai jadi striker sektor ekonomi
Denny menilai, Sandiaga merupakan sosok yang memiliki sejumlah modal kuat sesuai kebutuhan pemerintahan saat ini.
“Sandiaga Uno bisa jadi salah satu striker untuk meningkatkan kinerja kabinet saat ini. Apa yang dibutuhkan Presiden Prabowo dan dibutuhkan Indonesia, ada di Sandiaga Uno,” kata Denny.
2. Singgung latar belakang sebagai Menparekraf
Ia menilai, Sandiaga mempunyai kapasitas untuk membantu mengisi pos kementerian bidang ekonomi mengingat rekam jejaknya secara profesional maupun sosial di sektor ini.
“Kita semua tahu pengalaman Sandi Uno di dunia usaha, dukungan kepada UMKM, ekonomi kreatif, dan penciptaan lapangan kerja. Termasuk jaringan beliau yang luas dengan investor dan pelaku usaha,” tuturnya.
“Sandiaga Uno cocok menjadi striker investasi di pemerintahan Pak Prabowo,” lanjut Denny.
Ia juga menyinggung latar belakang Sandiaga sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
"Track record sebagai menteri sudah terbukti, Sandi Uno sangat totalitas. Nasionalisme dan patriotismenya juga sejalan dengan karakter Pak Prabowo. Sampai sekarang, meskipun tidak menjadi pejabat publik, beliau tetap konsisten membantu rakyat,” ungkap Denny.
3. Hasil survei harus jadi pertimbangan reshuffle
Adapun, sejumlah survei memperlihatkan tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo. Berdasarkan, Survei SMRC tingkat kepuasan publik berada di angka 51,1 persen, Poltracking Indonesia 55,1 persen, sementara Tempo Data Science mencatat angka 37 persen.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia ini mengatakan, berbagai hasil survei dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan Presiden dalam mengevaluasi kinerja kabinet dan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan.
Menurutnya, survei memang bukan satu-satunya ukuran, tetapi persepsi publik penting karena pada akhirnya kinerja pemerintah akan dinilai langsung oleh masyarakat.
“Rapor menteri bukan hanya angka survei. Tetapi survei memberi gambaran bagaimana masyarakat melihat kerja pemerintah,” ujar dia dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Sampaikan pilihanmu soal reshuffle kabinet
Menurutmu, apakah reshuffle Kabinet Merah Putih perlu?
See MoreCurated For You
- Survei: Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet karena Kinerja Menteri31 Aug 2026, 16:23 WIB
- Mahasiswa Ancam Turun ke Jalan Tuntut Reshuffle Menteri Kinerja Buruk24 Aug 2026, 11:30 WIB
- 8 Tuntutan Aliansi Cipayung Merdeka, Kasus MBG hingga Reshuffle Kabinet13 Aug 2026, 17:29 WIB
- Muncul Isu Reshuffle, Bahlil Minta Publik Tak Banyak Spekulasi 28 Jul 2026, 18:40 WIB