Jakarta, IDN Times - Suara semangat 155 prajurit TNI menggema dari Markas Raider 754/Eme Neme Kangasi, Papua, pada akhir pekan lalu. Ratusan prajurit khusus yang mengenakan penutup wajah itu menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Kunjungan para pejabat tinggi tersebut dilakukan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada prajurit TNI yang bertugas di Bumi Cendrawasih. Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema.
Sjafrie mengatakan, pemberian KPLB merupakan bentuk perhatian pimpinan TNI kepada prajurit yang menunjukkan kinerja optimal serta pengabdian tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara.
"Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan semangat pengabdian," ujar Sjafrie, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).
Salah satu keberhasilan operasi tersebut adalah penguasaan dan penghancuran markas Organisasi Papua Merdeka (OPM). Identitas para prajurit sengaja dirahasiakan dengan penutup wajah demi keamanan operasi.
Mantan Pangdam Jaya itu juga menegaskan, keberhasilan menjalankan tugas merupakan wujud bhakti prajurit kepada bangsa dan negara.
